IndonesiaBuzz: Wonogiri, 28 Agustus 2026 – Sebanyak 10 Rumah Sederhana Layak Huni (RSLH) dibangun bagi masyarakat kurang mampu di Kabupaten Wonogiri sepanjang 2026. Program tersebut menelan anggaran sekitar Rp700 juta atau rata-rata Rp70 juta untuk setiap rumah.
Bantuan pembangunan rumah tersebut merupakan kolaborasi PT Djarum bersama Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Pemerintah Kabupaten Wonogiri. Penyerahan bantuan digelar di Pendopo Rumah Dinas Bupati Wonogiri, Kamis (27/8/26).
General Manager Community Development PT Djarum Achmad Budiharto mengatakan, program tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk membantu meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekaligus mendukung pemerintah dalam upaya mengentaskan kemiskinan ekstrem.
“Ini merupakan komitmen kami untuk membantu meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan berkolaborasi dengan pemerintah dalam mengentaskan kemiskinan ekstrem,” kata Achmad.
Program RSLH menyasar warga berpenghasilan rendah di Desa Minggarharjo dan Desa Ngadirejo, Kecamatan Eromoko.
Rumah yang sebelumnya berada dalam kondisi tidak layak huni tersebut diperbaiki dengan konstruksi yang lebih kuat sehingga memenuhi standar rumah sehat dan ditargetkan dapat bertahan setidaknya hingga 10 tahun.
Achmad mengatakan, rumah hasil rehabilitasi tidak hanya memperhatikan kondisi bangunan, tetapi juga kelengkapan dasar yang menunjang kesehatan dan kenyamanan penghuninya.
“Rumah sehat dilengkapi sanitasi, sambungan listrik, dapur dan sebagainya. Harapan kami, masyarakat bisa lebih produktif karena sudah tidak memikirkan lagi tentang rumah yang tidak layak,” ujarnya.
Selain pembangunan RSLH, PT Djarum juga menjalankan sejumlah program sosial lain di Wonogiri.
Salah satunya program penyediaan air bersih di kawasan Gua Jomblang, Kecamatan Giriwoyo. Program tersebut kini telah menjangkau 11 dusun.
PT Djarum juga menjalankan program sanitasi sekaligus mendorong pola hidup bersih dan sehat yang menyasar sekitar 200 rumah di Desa Kerjo Lor, Giriwono, Giripurwo, dan Wonoharjo.
Berbagai program tersebut diharapkan dapat memberikan dampak langsung terhadap kualitas hidup masyarakat, khususnya warga yang masih menghadapi keterbatasan akses terhadap kebutuhan dasar.
Wakil Bupati Wonogiri Imron Rizkyarno mengatakan, persoalan rumah tidak layak huni (RTLH) masih menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan secara bertahap.
Menurut dia, Pemkab Wonogiri bersama berbagai pihak telah merehabilitasi 1.492 RTLH sepanjang 2025. Namun, jumlah RTLH yang masih tersisa di Kabupaten Wonogiri mencapai sekitar 11.284 unit.
“Masih ada sekitar 11.284 RTLH di Kabupaten Wonogiri. Karena itu, kami berterima kasih kepada PT Djarum yang sudah membantu memperbaiki RTLH,” ujar Imron.
Imron berharap kolaborasi dengan pihak swasta dapat terus diperkuat sehingga percepatan pengentasan kemiskinan di Wonogiri bisa dilakukan secara lebih luas.
Dia juga mengapresiasi nilai bantuan yang diberikan PT Djarum. Menurutnya, anggaran Rp70 juta untuk setiap rumah jauh di atas besaran bantuan rehabilitasi RTLH yang selama ini umumnya berada di kisaran Rp20 juta per rumah.
“Bantuan dari Djarum ini malah jauh melebihi bayangan kami, karena program pengentasan RTLH biasanya hanya berkisar Rp20 juta per rumah. Tetapi ini Rp70 juta per rumah, sehingga menjadi rumah yang bagus,” katanya.
Pemkab Wonogiri berharap model kolaborasi semacam ini dapat terus berkembang, mengingat masih ribuan keluarga yang membutuhkan dukungan untuk mendapatkan hunian yang sehat dan layak. (@Yudi S/Koresponden Wonogiri).







