IndonesiaBuzz: Jakarta, 28 Februari 2024 – Partai Solidaritas Indonesia (PSI) masih mempertahankan harapan untuk meraih kursi parlemen, kendati hasil hitung sementara menunjukkan perolehan suara masih berada di angka 2,6 persen. Pernyataan ini disampaikan oleh Direktur Eksekutif indEX Research, Vivin Sri Wahyuni, pada Selasa, 27 Februari 2024, melalui keterangan tertulis.
Vivin menyebutkan bahwa survei terakhir menjelang Pemilu 2024 pada 14 Februari 2024 menunjukkan elektabilitas PSI melebihi 4 persen, meskipun saat ini berada di bawah ambang batas tersebut. Dia menyoroti bahwa survei dan quick count memiliki margin kesalahan, dan hasil real count KPU masih berpeluang mendekati atau melebihi ambang batas 4 persen.
“Meskipun PSI saat ini berada di bawah ambang batas 4 persen, masih ada kemungkinan hasil real count KPU bisa mendekati atau melewatinya,” ujar Vivin seperti dikutip Antara.
Vivin mencatat bahwa perolehan suara PSI mengalami peningkatan dibandingkan Pemilu 2019, di mana partai ini hanya meraih 1,89 persen suara secara nasional. Meskipun gagal meraih kursi di DPR RI, PSI berhasil memperoleh kursi yang signifikan di DPRD provinsi dan kabupaten/kota, termasuk menguasai satu fraksi di DKI Jakarta.
“Kenaikan suara pada Pemilu 2024 memberi peluang PSI bisa merebut kursi lebih banyak lagi di daerah dan berlaga pada pilkada akhir tahun ini,” ujar Vivin.
Vivin menekankan pentingnya proses rekapitulasi suara yang jujur dan transparan di KPU. “Proses mengawal suara sampai tuntas sangat penting dilakukan, mengingat kesalahan dalam proses penghitungan dan rekapitulasi sangat mungkin terjadi dan dialami siapa saja,” tuturnya.
Pemilu 2024 mencakup pemilihan presiden dan wakil presiden, anggota DPR RI, anggota DPD RI, anggota DPRD provinsi, serta anggota DPRD kabupaten/kota dengan daftar pemilih tetap (DPT) tingkat nasional sebanyak 204.807.222 pemilih. Rekapitulasi suara nasional Pemilu 2024 dijadwalkan berlangsung mulai 15 Februari hingga 20 Maret 2024, sesuai dengan Peraturan KPU Nomor 3 Tahun 2022.@cinde






