IndonesiaBuzz: Blitar, 18 Desember 2023 – Pondok Nuswantoro yang dimiliki oleh Gus Samsudin kembali menjadi perbincangan hangat setelah mayat seorang wanita berusia 59 tahun ditemukan di kamar mandi. Wanita tersebut diketahui berinisial SWT dan merupakan salah satu pasien di pondok tersebut.
Kronologi kejadian berawal pada Sabtu (9/12/2023) pagi, ketika SWT berpamitan kepada keluarganya untuk menjalani perawatan di Pondok Gus Samsudin yang terletak di Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar. Namun, setelah dua hari berlalu, SWT tidak kembali ke rumah.
Keluarga yang khawatir atas ketidakpulangan SWT akhirnya mendatangi pondok Gus Samsudin. Setelah melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Lodaya Barat, pihak kepolisian langsung melakukan penyelidikan.
Kapolsek Lodaya Barat, Iptu Dwi Purwanto, menyampaikan bahwa keluarga pertama kali datang ke pondok pada hari Senin untuk mencari korban. Berdasarkan buku tamu, SWT tercatat datang ke pondok untuk berobat pada Sabtu pagi. Namun, pengurus pondok mengaku tidak mengetahui keberadaan SWT setelahnya.
“Awalnya keluarga datang ke pondok hari Senin mencari korban. Berdasarkan catatan pada buku tamu, korban benar datang ke pondok untuk berobat pada hari Sabtu (9/12/2023). Namun pihak pondok mengaku tidak mengetahui lagi keberadaan korban,” ujar Iptu Dwi Purwanto, Kamis (14/12/2023).
Setelah menerima laporan, pihak kepolisian melakukan penyelidikan dan memeriksa rekaman CCTV. Berdasarkan rekaman tersebut, diketahui bahwa SWT mengikuti terapi pada Sabtu malam sekitar pukul 20.44 WIB dan kemudian masuk ke kamar mandi.
Ketika petugas tiba di kamar mandi, pintu terkunci dari dalam. Pintu pun didobrak, dan SWT ditemukan tewas di dalam kamar mandi. Keberadaannya baru terungkap pada Senin malam, setelah tiga hari tidak ada kabar.
“Benar, korban berada di kamar mandi itu sejak Sabtu malam tanpa diketahui pengurus pondok. Keberadaan korban baru terungkap Senin malam,” terangnya.
Keluarga Ikhlas, Tak Akan Tuntut Pondok Gus Samsudin
Meskipun terjadi tragedi kematian di pondok tersebut, keluarga SWT menyatakan kesediaannya menerima kejadian tersebut dengan ikhlas. Mereka tidak akan menuntut Pondok Gus Samsudin dan tidak akan melakukan autopsi.
Iptu Dwi Purwanto mengungkapkan bahwa keluarga mengakui bahwa SWT telah menderita komplikasi darah tinggi dan sesak napas. Jenazah SWT sudah dibawa ke Surabaya dan dijadwalkan untuk dimakamkan pada Selasa (12/12/2023).
Pondok Gus Samsudin Tak Memiliki Izin Praktik Pengobatan
Kematian SWT di Pondok Gus Samsudin menarik perhatian Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar. Kepala Dinkes Kabupaten Blitar, Christine Indrawati, menyatakan bahwa pihaknya akan melakukan pengecekan untuk memastikan apakah di pondok tersebut ada praktik pengobatan alternatif atau tradisional.
Christine mengungkapkan bahwa izin praktik pengobatan tradisional untuk Pondok Gus Samsudin sudah dicabut sejak Agustus 2022. Pencabutan izin dilakukan karena kontroversi di masyarakat dan ketidaksesuaian antara izin yang dimiliki dengan praktik pengobatan yang dijalankan.
“Kami akan lihat kembali apa benar buka praktik pengobatan. Kalau iya kan salah itu karena tidak punya izin, tapi kok tetap praktik pengobatan,” jelas Christine.
Dinas Kesehatan juga akan mencari informasi terkait jenis terapi yang diberikan kepada SWT. Meski begitu, Christine menegaskan bahwa mereka tidak dapat menilai kebenaran atau kesalahan dari terapi tersebut, hanya melakukan pengumpulan informasi dan kronologi.
Peristiwa ini menjadi perhatian serius terkait praktik pengobatan di Pondok Gus Samsudin, terutama setelah terungkap bahwa pondok tersebut tidak memiliki izin praktik pengobatan. @indonesiabuzz







