IndonesiaBuzz: Semarang, 26 Januari 2026 – Kepolisian Daerah Jawa Tengah (Polda Jateng) menganugerahkan tanda kehormatan Satyalancana Pengabdian kepada 2.807 personel Polri sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi, kinerja, dan loyalitas dalam menjalankan tugas pengabdian kepada bangsa dan negara.
Penganugerahan Satyalancana Pengabdian 8, 16, 24, dan 32 tahun tersebut dilaksanakan dalam sebuah upacara resmi yang dipimpin Wakil Kepala Polda Jateng Brigjen Pol Latif Usman di Mapolda Jateng, Senin (26/1/26) pagi. Upacara serupa juga digelar secara serentak di seluruh Polres jajaran Polda Jawa Tengah.
Tanda kehormatan Satyalancana merupakan penghargaan negara yang diberikan oleh Presiden Republik Indonesia kepada anggota Polri yang dinilai telah menunjukkan dharma bhakti, kesetiaan, serta pengabdian tanpa cela selama masa kedinasannya. Penganugerahan tersebut merujuk pada Surat Telegram Rahasia Kapolri Nomor STR/75/I/KEP/2026 tertanggal 9 Januari 2026 tentang pemberian tanda kehormatan dari Presiden RI.
Dalam amanatnya, Wakapolda Jateng Brigjen Pol Latif Usman menegaskan bahwa penganugerahan Satyalancana bukan sekadar seremoni, melainkan bentuk pengakuan negara atas pengabdian yang tulus, konsisten, dan penuh keikhlasan dari para insan Bhayangkara.
“Pemberian Satyalancana Pengabdian 8, 16, 24, dan 32 tahun ini merupakan cerminan perjalanan panjang pengabdian yang dijalani dengan kedisiplinan dan loyalitas tinggi,” ujar Brigjen Pol Latif Usman.
Ia menekankan, para penerima penghargaan diharapkan mampu menjaga kehormatan tersebut dengan menjadi teladan di lingkungan kerja, sekaligus penjaga marwah institusi Polri.
“Jadikan penghargaan ini sebagai penguat tekad untuk terus menjadi teladan, penjaga marwah institusi, serta sumber motivasi bagi rekan-rekan dalam melaksanakan tugas secara profesional, humanis, dan berintegritas,” tegasnya.
Lebih lanjut, Wakapolda mengingatkan seluruh jajaran agar senantiasa menjalankan tugas dengan niat yang lurus dan semangat melayani masyarakat, di tengah tantangan tugas kepolisian yang semakin kompleks. Soliditas internal dan kedekatan dengan masyarakat, menurutnya, harus tetap menjadi prioritas utama.
Menutup amanatnya, Brigjen Pol Latif Usman menegaskan bahwa hakikat tertinggi pengabdian anggota Polri tidak terletak pada pangkat maupun tanda jasa, melainkan pada nilai manfaat yang diberikan kepada masyarakat.
“Kehormatan sejati bukan pada atribut yang dikenakan, melainkan pada ketulusan, kejujuran, dan pengabdian tanpa pamrih kepada bangsa dan negara,” pungkasnya.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Artanto menyampaikan bahwa penganugerahan Satyalancana tersebut menjadi bukti nyata perhatian institusi terhadap dedikasi dan loyalitas personel Polri.
“Semoga penghargaan ini tidak hanya menjadi kebanggaan pribadi, tetapi juga memotivasi seluruh personel untuk terus melaksanakan tugas dengan profesional, humanis, dan penuh integritas demi keamanan masyarakat dan kehormatan institusi,” tutup Kombes Pol Artanto. (Red – HO Humas Polda Jateng)







