Saturday, August 8, 2026
POJOK MILENIAL
Indonesiabuzz.com
  • Terbaru
  • Terpopuler
  • Topik Pilihan
No Result
View All Result
Indonesiabuzz.com
No Result
View All Result
Home Sudut Pandang Celoteh

Pintar Aja Gak Cukup Kalau Gak Punya Koneksi, Siap-Siap Gigit Jari

by Jeje
June 17, 2025
Reading Time: 2 mins read
Pintar Aja Gak Cukup Kalau Gak Punya Koneksi, Siap-Siap Gigit Jari

Pintar Aja Gak Cukup Kalau Gak Punya Orang Dalam

IndonesiaBuzz: Jakarta, 17 Juni 2025 — Di tengah dunia kerja yang semakin kompetitif, ada satu kalimat pahit yang sering terdengar tapi jarang dibicarakan secara terbuka “Yang cerdas belum tentu naik, yang kenal orang dalam yang lebih cepat melesat.” Ungkapan ini mungkin terdengar sinis, tapi sayangnya, masih sangat relevan.

Kita tumbuh dengan keyakinan bahwa kerja keras dan kecerdasan akan membuka pintu kesuksesan. Tapi di balik layar dunia profesional, relasi, koneksi, dan jaringan personal sering kali menjadi jalur pintas paling efektif.

“Banyak dari kita dididik untuk percaya pada meritokrasi. Tapi di dunia nyata, sistem kadang lebih menghargai loyalitas personal daripada kapabilitas objektif,” ujar Putri Andini, praktisi HR dan konsultan karier.

Tak sedikit yang merasa putus asa setelah melihat rekan kerja yang biasa-biasa saja justru naik jabatan lebih dulu—hanya karena “dekat dengan atasan”.

BeritaTerkait

Makan Gratis Jadi Petaka, Program Makan Sehat Malah Diet Keracunan

DPR Menjoget, Rakyat Turun ke Jalan

Bukan berarti semua bentuk koneksi itu buruk. Dalam dunia profesional, membangun relasi memang bagian dari strategi karier. Networking bisa membuka pintu yang tidak bisa dibuka hanya dengan CV atau ijazah. Tapi masalah muncul ketika koneksi menjadi satu-satunya alasan seseorang diprioritaskan—terlepas dari kemampuan.

“Kalau yang diutamakan hanya yang ‘dekat’ dengan atasan, maka ruang bagi mereka yang bekerja keras jadi sempit. Ini bukan hanya tidak adil, tapi juga bisa menurunkan moral tim,” kata Erick Satrio, manajer di perusahaan startup teknologi.

Orang cerdas, pekerja keras, dan berintegritas sering kali tidak vokal atau tidak pandai membangun kedekatan sosial. Akibatnya, mereka tertinggal secara karier, meskipun kontribusinya nyata. Di sisi lain, mereka yang tahu bagaimana ‘menjual diri’ dan membangun citra—meski secara teknis biasa saja—lebih cepat dikenali.

Masalahnya bukan sekadar “siapa lebih hebat”, tapi siapa yang lebih dekat dan lebih terlihat.

Budaya “orang dalam” bisa dikurangi jika perusahaan punya sistem penilaian yang transparan, objektif, dan berbasis hasil kerja, bukan relasi. Leadership yang sehat akan menilai berdasarkan kinerja dan potensi, bukan koneksi personal.

Di sisi lain, untuk individu cerdas dan berintegritas—jangan alergi pada networking. Bangun relasi bukan berarti menjilat, tapi memperluas pengaruh secara sehat. Karena kadang, kesempatan bukan datang ke yang paling pintar, tapi ke yang paling siap dan paling dikenal.

Tags: karier dan relasikenapa orang pintar kalahmeritokrasi vs koneksiorang dalam di dunia kerjasistem kerja tidak adilstrategi naik jabatan
Share220SendScan

Trending

Febrie Adriansyah Jalani Pemeriksaan Sebagai Tersangka Dugaan TPPU di Kejagung
News

Febrie Adriansyah Jalani Pemeriksaan Sebagai Tersangka Dugaan TPPU di Kejagung

20 hours ago
Pemkab Ngawi Revitalisasi Kepatihan Berusia Hampir Dua Abad, Fokus Pulihkan Keaslian Bangunan Cagar Budaya
News

Pemkab Ngawi Revitalisasi Kepatihan Berusia Hampir Dua Abad, Fokus Pulihkan Keaslian Bangunan Cagar Budaya

21 hours ago
Mobil Terbakar di SPBU Bulukerto, Respons Cepat Polisi dan Warga Cegah Api Meluas
News

Mobil Terbakar di SPBU Bulukerto, Respons Cepat Polisi dan Warga Cegah Api Meluas

21 hours ago
Auto Draft
News

LSM Walidasa Minta Target Sampah 30 Persen Jadi Kewajiban RT

1 day ago
Pemkab Madiun Perkuat Kepastian Hukum Tukar Menukar TKD Ngampel
News

Pemkab Madiun Perkuat Kepastian Hukum Tukar Menukar TKD Ngampel

2 days ago
Indonesiabuzz.com

TERBARU

Febrie Adriansyah Jalani Pemeriksaan Sebagai Tersangka Dugaan TPPU di Kejagung

Febrie Adriansyah Jalani Pemeriksaan Sebagai Tersangka Dugaan TPPU di Kejagung

August 7, 2026
Pemkab Ngawi Revitalisasi Kepatihan Berusia Hampir Dua Abad, Fokus Pulihkan Keaslian Bangunan Cagar Budaya

Pemkab Ngawi Revitalisasi Kepatihan Berusia Hampir Dua Abad, Fokus Pulihkan Keaslian Bangunan Cagar Budaya

August 7, 2026

TERPOPULER

PDI Perjuangan Ngawi Perkuat Konsolidasi Hingga Tingkat Ranting, Siapkan Mesin Partai Hadapi Pemilu

Lupa Matikan Kompor, Rumah Warga Ngawi Terbakar, Kerugian Mencapai Puluhan Juta Rupiah

Bupati Ngawi Lantik 228 PNS Baru, Dorong Talenta Muda Perkuat Reformasi Birokrasi

Pemkab Ngawi Revitalisasi Kepatihan Berusia Hampir Dua Abad, Fokus Pulihkan Keaslian Bangunan Cagar Budaya

  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Hubungi Kami
  • Sitemap

Copyright © 2022-2023, IndonesiaBuzz.com. All rights reserved.

No Result
View All Result
  • Home
  • Buzz
  • Halo Indonesia
  • News
    • Ekonomi & Bisnis
    • Hukum & Kriminal
    • Politik & Pemerintahan
    • Sosial Kemasyarakatan
  • Tokoh
  • Entertainment
    • Hiburan
    • Selebritis
  • Humaniora
    • Budaya
    • Historia
    • Sastra
    • Inspirasi
  • Lifestyle
    • Fashion
    • Finansial
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Otomotif
    • Relationship
    • Sport
    • Teknologi
    • Wanita
  • Sudut Pandang
    • Celoteh
    • Kata Pakar
    • Opini
  • Travel & Staycation
  • Pojok Milenial
  • Foto

Copyright © 2022-2023, IndonesiaBuzz.com. All rights reserved.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In