IndonesiaBuzz: Jakarta, 12 Januari 2026 – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan memulai pembongkaran tiang monorel yang mangkrak di sepanjang Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, pada pekan ini. Proyek pembongkaran dijadwalkan dimulai Rabu (14/1/2026), dengan total 98 tiang monorel yang akan dibongkar.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan akan mengundang mantan Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso atau Bang Yos untuk menyaksikan langsung pembongkaran tersebut. Menurut Pramono, proyek monorel yang mangkrak sejak dua dekade lalu menjadi beban tersendiri bagi Sutiyoso, yang menjabat gubernur saat proyek itu dimulai.
“Minggu depan ini monorel yang sudah dibangun dari tahun 2004 kita bongkar. Dan saya berharap Bang Yos supaya tidurnya bisa lebih nyenyak karena monorel itu rupanya bagi beliau menjadi beban pribadi,” ujar Pramono.
Kepala Pusat Data dan Informasi (Kapusdatin) Bina Marga DKI Jakarta Dinar Wenny mengatakan, pembongkaran seluruh tiang monorel ditargetkan rampung pada September 2026.
“Jumlah tiang monorel yang akan dibongkar sebanyak 98 tiang,” kata Dinar, Minggu (11/1/2026).
Usai pembongkaran, Pemprov DKI akan melakukan penataan ulang kawasan Jalan HR Rasuna Said. Penataan meliputi perbaikan jalan, perapihan trotoar, peningkatan sarana pejalan kaki, hingga penyesuaian elemen pendukung agar kawasan tersebut lebih aman dan nyaman, termasuk peningkatan penerangan jalan umum.
Untuk proyek pembongkaran dan penataan kawasan tersebut, Pemprov DKI menyiapkan anggaran sekitar Rp100 miliar. Pramono menegaskan, anggaran tersebut tidak semata mata digunakan untuk membongkar tiang monorel.
“Rp100 miliar yang dikeluarkan itu bukan hanya untuk membongkar, tetapi untuk membuat jalan, trotoar, merapikan, dan memperbaiki keseluruhan Jalan Rasuna Said,” ujarnya.
Proyek monorel Jakarta sendiri dimulai pada 2004 dan diresmikan dengan pemasangan tiang pancang pertama oleh Presiden Megawati Soekarnoputri di Jalan Asia Afrika, Senayan. Namun, proyek senilai sekitar USD 450 juta itu terhenti akibat masalah pendanaan. Pada 2011, di era Gubernur Fauzi Bowo, pembangunan monorel resmi dihentikan dan menyisakan deretan tiang beton yang mangkrak hingga kini.
Sementara itu, Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta memastikan pembongkaran tiang monorel akan dilakukan pada malam hari untuk menghindari kemacetan, terutama pada jam pulang kerja. Kepala Dishub DKI Jakarta Syafrin Liputo menegaskan tidak akan ada penutupan jalan selama proses pembongkaran berlangsung.
“Pembongkaran akan dilakukan malam hari. Alat berat ditempatkan di jalur lambat, sementara jalur cepat tetap berfungsi,” ujar Syafrin di Balai Kota Jakarta.
Menurut Syafrin, skema pengaturan lalu lintas tersebut telah dikoordinasikan dengan kepolisian dan instansi terkait. Masyarakat pun diimbau tetap tenang karena tidak akan ada penutupan ruas Jalan HR Rasuna Said selama proses pembongkaran tiang monorel berlangsung.(red.)







