IndonesiaBuzz: Surakarta, 16 April 2026 – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kota Solo selama lebih dari satu jam pada Selasa malam (14/4/26) memicu banjir di sejumlah titik. Selain faktor curah hujan tinggi, banjir juga dipicu limpahan air dari wilayah kabupaten sekitar yang menambah debit aliran sungai di kawasan Kota Bengawan.
Merespons kondisi tersebut, Wali Kota Solo, Respati Ardi, langsung menggelar rapat koordinasi bersama Forkopimda dan sejumlah pemangku kepentingan usai meninjau lokasi terdampak, Rabu (15/4/26). Pemerintah Kota Solo pun menyiapkan langkah cepat penanganan, termasuk menginstruksikan pembentukan dapur umum di wilayah terdampak.
“Kita canangkan Gerakan Warga Solo Jilid 2, tahap awal adalah survival. Seluruh kelurahan diintervensi untuk membuat dapur umum dan berkoordinasi dengan SPPG terdekat guna memenuhi kebutuhan makanan warga di sembilan kelurahan terdampak,” ujar Respati.
Selain penyediaan logistik, Pemkot juga meminta camat dan lurah untuk memastikan keamanan barang milik warga yang ditinggalkan saat mengungsi. Di sisi lain, Dinas Pekerjaan Umum Kota Solo diminta menyiagakan pompa air di titik-titik rawan genangan.
Pemerintah juga memantau kondisi pintu air di wilayah hulu, khususnya di Wonogiri dan Boyolali, yang berpotensi meningkatkan debit air sungai di Solo apabila dibuka dalam kondisi tertentu.
Sebagai langkah jangka panjang, Respati menegaskan akan melakukan penertiban terhadap bangunan liar di bantaran sungai serta mempercepat normalisasi drainase yang tersumbat.
“Penindakan tegas perlu dilakukan bagi warga yang masih tinggal di bantaran sungai. Selain itu, drainase yang mampet akan dibersihkan bersama BBWS dan masyarakat setelah musim hujan,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala BPBD Kota Solo, Ari Dwi Daryatmo, menyampaikan bahwa sebagian wilayah di sisi barat kota mulai menunjukkan penurunan debit air.
“Beberapa kelurahan seperti Pajang, Laweyan, Sondakan, dan Tipes sudah mulai surut,” ungkapnya.
Meski demikian, BPBD mengimbau masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan mengingat potensi hujan masih cukup tinggi, baik di Solo maupun wilayah sekitarnya yang dapat memicu kenaikan muka air sungai.
“Kondisi cuaca masih mendung, sehingga kami minta warga tetap siaga terhadap kemungkinan banjir susulan,” pungkas Ari. @yudi







