IndonesiaBuzz: Solo, 03 Januari 2025 – Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi) memilih merespons santai berbagai isu miring yang menyebut dirinya dan keluarganya terlibat dalam sejumlah skandal.
Isu tersebut mencuat setelah Sekretaris Jenderal PDIP, Hasto Kristiyanto, ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Menanggapi hal ini, Jokowi justru terlihat santai dan mengaku sudah terbiasa menghadapi fitnah sejak awal menjabat.
“Ya enggak apa-apa (soal PDIP simpan bukti). Lha mau apa?” ujar Jokowi di Solo, Kamis (2/1/2025). “Ya kan biasa kan kita ini sejak menjabat yang namanya dibilang PKI, anaknya Gerwani, antek asing, antek aseng, dibilang ijazahnya palsu.” imbuhnya.
Soal Tuduhan Dokumen Rahasia
Pengamat militer Connie Bakrie sebelumnya mengklaim bahwa terdapat dokumen penting terkait skandal pejabat negara yang disimpan di luar negeri. Dokumen tersebut, menurut Connie, menyangkut nama “Mulyono,” yang disebut sebagai alias Jokowi.
“Ibu Iriana, by the way jangan tenang-tenang, Buk. Babak ibu belum keluar,” ucap Connie dalam YouTube Abraham Samad, Senin (31/12/2024).
Connie juga menyinggung kedekatan Jokowi dengan mantan Gubernur Lemhannas, Andi Widjajanto, serta mengisyaratkan bahwa Andi memiliki data penting yang menyangkut keluarga Jokowi.
Jokowi: “Urusan Internal Partai, Jangan Tanya ke Saya”
Jokowi menepis tuduhan bahwa dirinya terlibat dalam langkah yang mendorong Hasto mundur dari jabatannya sebagai Sekjen PDIP.
“Ya nggak tahu. Urusan orang lain jangan ditanyakan ke saya. Apa pernah saya mengurusi urusan yang kaya gitu.” katanya.
Sementara itu, PDIP melalui juru bicaranya, Guntur Romli, memastikan dokumen yang disebut-sebut disimpan Hasto adalah bukti konkret mengenai dugaan korupsi sejumlah pejabat negara.
“”Ada di suatu tempat yang sangat aman, semua dalam kendali Sekjen,” ujar Guntur.
PDIP dan Dokumen Skandal Pejabat Negara
PDIP mengklaim dokumen tersebut memuat bukti dugaan korupsi, suap, dan gratifikasi oleh pejabat negara, termasuk keterlibatan kroni hingga keluarga mereka. Hal ini, menurut PDIP, bisa menjadi kartu truf jika kriminalisasi terhadap kader mereka berlanjut.
Hasto Kristiyanto sendiri telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus suap penetapan pergantian antarwaktu (PAW) anggota DPR dan dugaan perintangan penyidikan terkait buronan Harun Masiku. @indonesiabuzz







