IndonesiaBuzz: Wonogiri, 29 Juli 2025 – Di balik megahnya bentang alam karst Desa Gebangharjo, Kecamatan Pracimantoro, Kabupaten Wonogiri, berdiri tegak Museum Karst Indonesia, sebuah pusat edukasi geologi yang memukau dan menjadi kebanggaan nasional. Dibangun pada tahun 2008 oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, museum ini tak hanya menjadi rumah informasi geologi, tetapi juga simbol komitmen Indonesia dalam pelestarian lingkungan dan peningkatan literasi kebumian.
Saat Indonesia Buzz berkunjung pada Selasa siang (29/7/2025), tampak antusiasme pengunjung dari berbagai daerah memenuhi kawasan museum. Tak heran, mengingat tempat ini digadang-gadang sebagai museum karst terbesar di Asia Tenggara, berdiri di atas lahan seluas 3 hektar dengan bangunan utama 300 meter persegi.
Museum ini menjadi bagian penting dari kawasan Eco Karst dan Global Geopark Gunung Sewu, yang telah diakui sebagai warisan geologi dunia oleh UNESCO. Sejak diresmikan oleh Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono, pada tahun 2009, Museum Karst Indonesia terus berkembang menjadi destinasi wisata edukatif favorit bagi pelajar, akademisi, peneliti, hingga wisatawan umum dari Solo, Yogyakarta, dan berbagai daerah lainnya.
Dengan tiket masuk yang sangat terjangkau, hanya Rp10.000 termasuk parkir, pengunjung bisa mengeksplorasi berbagai informasi geologi dan pesona alam khas karst. Museum ini terdiri dari tiga lantai, masing-masing mengusung tema edukatif yang berbeda:
- Lantai Pertama bertema Karst untuk Kehidupan, menampilkan proses pembentukan kawasan karst, pemanfaatannya dalam kehidupan, hingga jenis-jenis karst di Indonesia. Di lantai ini, pengunjung juga bisa menyaksikan tayangan edukatif melalui layar LCD serta membeli suvenir bertema geologi.
- Lantai Kedua mengusung tema Karst untuk Ilmu Pengetahuan, berisi panel-panel informatif mengenai berbagai jenis karst dari Sumatra hingga Papua, lengkap dengan artikel ilmiah yang dapat dibaca langsung di lokasi.
- Lantai Ketiga difungsikan sebagai auditorium serbaguna, yang dapat digunakan untuk kegiatan rapat, presentasi ilmiah, hingga pemutaran film dokumenter.
Keunikan museum ini tak berhenti di ruang pamer. Di sekelilingnya, terdapat tujuh goa alami yang turut menjadi daya tarik utama: Goa Tembus, Goa Potro Bunder, Goa Gilap, Goa Mrica, Goa Sapen, Goa Sunya Wuri, dan Goa Sodong. Keberadaan goa-goa ini memperkuat daya tarik kawasan sebagai tujuan wisata berbasis alam dan ilmu pengetahuan.

Karst adalah bentukan topografi batu gamping akibat pelarutan air, Proses pelarutan ini berlangsung ratusan ribu hingga jutaan tahun
Ari Winanto, salah satu pengelola museum, mengungkapkan harapannya agar Museum Karst Indonesia mampu berkontribusi terhadap pengembangan pariwisata daerah dan ekonomi lokal.
“Kehadiran museum ini diharapkan memberi dampak positif bagi masyarakat sekitar, khususnya dalam bidang pariwisata dan perdagangan lokal,” ujarnya. (Yudi S / Koresponden Wonogiri)







