IndonesiaBuzz: Bojonegoro, 9 September 2026 – Menelusuri sejarah Kabupaten Bojonegoro tak hanya dapat dilakukan melalui catatan sejarah dan peninggalan budaya. Jejak perjalanan panjang wilayah ini juga tersimpan dalam batuan, fosil, bentang alam, hingga sejarah minyak bumi.
Seluruhnya dapat dipelajari masyarakat melalui Pusat Informasi Geologi (PIG) Geopark Bojonegoro yang berada di Jalan Panglima Sudirman.
PIG menjadi salah satu ruang edukasi untuk mengenalkan kekayaan geologi, paleontologi, sejarah minyak bumi, hingga budaya yang menjadi bagian dari Geopark Bojonegoro.
Memasuki lantai pertama, pengunjung diajak memahami dasar-dasar geologi. Berbagai materi disajikan melalui panel informasi dan media edukasi interaktif, mulai dari struktur bumi, skala waktu geologi, teori tektonika lempeng, evolusi benua, hingga sejarah tektonik Jawa Timur.
Di ruangan yang sama, pengunjung dapat melihat koleksi batuan dari wilayah Bojonegoro. Secara litologi, wilayah ini memiliki dua kelompok batuan utama, yakni batuan beku dan batuan sedimen.
Batuan sedimen menjadi salah satu koleksi penting karena di dalamnya dapat ditemukan fosil yang menjadi bukti kehidupan pada masa lalu.
Salah satu fasilitas yang menarik perhatian pengunjung, terutama anak-anak, adalah sandbox berbahan pasir silika. Media interaktif tersebut digunakan untuk memperkenalkan konsep topografi sekaligus menjelaskan bagaimana bentang alam terbentuk melalui proses geologi yang berlangsung sangat panjang, bahkan hingga jutaan tahun.
Perjalanan edukasi berlanjut ke lantai dua. Di tempat ini, pengunjung dapat melihat berbagai koleksi fosil yang ditemukan di wilayah Bojonegoro.
Salah satu koleksi yang menarik adalah fosil gajah purba Stegodon, termasuk mandibula atau rahang bawah yang menjadi salah satu temuan langka di Pulau Jawa.
Ada pula fosil paus purba yang ditemukan di Bojonegoro pada 2023. Fosil tersebut ditemukan di aliran sungai dan menjadi salah satu bukti bahwa wilayah Bojonegoro, serta Pulau Jawa pada masa lampau, pernah berada dalam lingkungan laut.
Jejak kehidupan laut lainnya juga ditemukan, antara lain fosil kepiting, lobster, dan bulu babi.
Temuan-temuan tersebut memberikan gambaran bahwa kondisi lingkungan Bojonegoro pada masa lalu jauh berbeda dengan kondisi geografis yang dikenal masyarakat saat ini.
Selain sejarah kehidupan purba, PIG juga mengajak pengunjung memahami perjalanan panjang minyak bumi di Bojonegoro.
Sejumlah alat peraga pertambangan minyak ditampilkan untuk memberikan gambaran mengenai proses dan sejarah pengelolaan minyak bumi. Materi tersebut berkaitan erat dengan tema Geopark Bojonegoro yang mengangkat petroleum system sebagai salah satu kekayaan geologi kawasan.
Untuk memperkuat pengalaman edukasi, PIG memiliki ruang audiovisual berkapasitas 48 kursi. Di ruangan tersebut pengunjung dapat menyaksikan film Jejak Minyak, Emas Hitam di Ujung Timur Indonesia yang mendokumentasikan sejarah geologi dan perjalanan minyak bumi.
Penyajian melalui film membuat informasi mengenai minyak bumi tidak hanya disampaikan secara tekstual, tetapi juga divisualisasikan sehingga lebih mudah dipahami pengunjung.
PIG tidak hanya berbicara mengenai batuan dan fosil. Kekayaan Geopark Bojonegoro juga mencakup cultural site yang menjadi bagian dari identitas kawasan.
Unsur budaya tersebut melengkapi kekayaan geopark yang mempertemukan warisan geologi, keanekaragaman hayati, dan kehidupan masyarakat.
Dengan konsep tersebut, geopark tidak sekadar menjadi tempat menyimpan koleksi geologi. Lebih dari itu, geopark menjadi ruang untuk memahami hubungan antara perjalanan bumi dengan kehidupan manusia yang berkembang di atasnya.
Salah satu tour guide PIG Geopark Bojonegoro, Teguh, mengatakan fasilitas tersebut terbuka bagi masyarakat yang ingin mengenal lebih jauh kekayaan Geopark Bojonegoro.
“Geopark itu inklusif, tidak eksklusif. Silakan semua datang ke Pusat Informasi Geologi Geopark Bojonegoro,” ujar Teguh, Selasa (8/9/26).
PIG Geopark Bojonegoro terbuka untuk kunjungan individu pada Senin hingga Jumat, pukul 08.00-16.00 WIB.
Sementara itu, kunjungan kelompok, termasuk rombongan sekolah dengan jumlah lebih dari 10 orang, perlu melakukan reservasi terlebih dahulu melalui kanal informasi PIG Geopark Bojonegoro.
Melalui PIG, masyarakat dapat melihat Bojonegoro dari perspektif yang lebih panjang. Bukan hanya tentang kondisi wilayah saat ini, melainkan tentang perjalanan bumi yang membentuknya selama jutaan tahun.
Batuan, fosil, bentang alam, sejarah minyak bumi, hingga warisan budaya menjadi kepingan yang saling terhubung untuk menceritakan satu kisah besar: perjalanan panjang bumi dan kehidupan yang berkembang di Bojonegoro. (M.Tohir /Koresponden Bojonegoro).







