IndonesiaBuzz: Sragen, 10 Januari 2026 – Mahasiswa Program Studi Desain Mode Batik Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) ISI Surakarta melakukan inovasi kreatif melalui program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) Proyek Kemanusiaan di SLB Negeri Sragen. Dalam program ini, mahasiswa menciptakan Motif Batik Parang Gading Sragen yang dikembangkan sebagai bahan ajar sekaligus diaplikasikan ke dalam produk hijab.
Motif batik tersebut dirancang khusus sebagai media pembelajaran menggambar batik bagi siswa SLB Negeri Sragen. Selain itu, motif ini juga menjadi sarana untuk mengenalkan kekayaan lokal Sragen, yaitu fosil gading gajah purba dari Situs Sangiran.
Keunikan motif ini terletak pada perpaduan unsur gading purba dengan simbol bahasa isyarat vokal A, I, U, E, dan O. Dengan demikian, motif ini menyampaikan pesan bahwa kesetaraan bagi penyandang disabilitas tidak hanya berkaitan dengan akses fisik, tetapi juga kesempatan untuk belajar, berkarya, bekerja, dan berpartisipasi dalam kehidupan sosial.
Penciptaan Motif Batik Parang Gading Sragen tidak hanya menghadirkan karya seni. Sebaliknya, motif ini dirancang sebagai sarana edukasi yang inklusif. Oleh karena itu, mahasiswa menyederhanakan bentuk geometris motif agar lebih mudah diikuti oleh siswa dengan berbagai kebutuhan khusus, baik tunarungu maupun tunagrahita.
Selanjutnya, motif batik tersebut diterapkan ke dalam produk hijab. Proses pembatikan dilakukan dengan teknik canting menggunakan malam batik serta kombinasi warna naptol. Hasilnya, batik tetap tampil modern tanpa meninggalkan nilai tradisionalnya.
“Motif Batik Parang Gading Sragen ini bukan sekadar kenang-kenangan untuk SLB Negeri Sragen. Di dalamnya tersimpan cerita dan sejarah lokal,” ujar Dosen Pembimbing Lapangan Program Studi Desain Mode Batik, Danang Priyanto.
Program ini mendapat apresiasi dari pihak sekolah. Menurut pihak sekolah, penggunaan motif lokal mampu menumbuhkan rasa bangga siswa terhadap daerah asalnya. Selain itu, siswa juga diperkenalkan pada potensi nilai ekonomi dari karya batik yang mereka pelajari.
“Pecahan motif ini akan digunakan sebagai bahan ajar siswa jurusan batik. Media ini memudahkan anak-anak dalam menggambar atau mengeblat motif batik,” ujar Guru Jurusan Batik SLB Negeri Sragen, Suhanto.
Sebagai puncak kegiatan MBKM, mahasiswa menggelar acara gelar karya di Pendopo SLB Negeri Sragen. Kegiatan ini menjadi wadah apresiasi bagi karya siswa dan mahasiswa selama program berlangsung.
Pada kesempatan tersebut, digelar sesi fashion show hijab. Siswi SLB Negeri Sragen tampil sebagai model yang membawakan Batik Parang Gading Sragen hasil karya mahasiswa. Penampilan ini mendapat sambutan hangat dari penonton dan jajaran akademisi yang hadir.
Acara tersebut sekaligus menandai akhir proses panjang mahasiswa, mulai dari riset, perancangan motif, pembatikan, pengembangan bahan ajar, hingga produksi hijab sebagai bagian dari penguatan industri kreatif yang inklusif. (Reksa Prasetya)







