IndonesiaBuzz: Surakarta, 8 November 2025 – Kraton Surakarta Hadiningrat menggelar Wilujengan (7) Pitu Dinten Surud Dalem untuk memperingati tujuh hari wafatnya SISKS Pakoe Boewono XIII, pada Jumat (7/11/2025) malam. Acara digelar di Kagungan Dalem Sasana Parasdya, diikuti oleh keluarga besar keraton, abdi dalem, serta masyarakat umum yang turut hadir untuk mendoakan almarhum.
Dalam suasana khusyuk dan penuh khidmat, acara dimulai dengan pemberian dhawuh atau perintah dari KGPA Adipati Dipo Kusumo, Pengageng Parentah Kraton Surakarta Hadiningrat, kepada ulama keraton untuk memimpin jalannya doa. Rangkaian acara dilanjutkan dengan pembacaan Surat Yasin, tahlil, dan sholawat bersama.
Hadir dalam acara tersebut, Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Pakoe Boewono XIII, serta Putra Dalem yang kini telah resmi naik tahta sebagai SISKS Pakoe Boewono XIV, menggantikan ayahandanya. Selain itu, tampak hadir Gusti Ratu Alit, Gusti Defi, Gusti Timoer Rumbai, Gusti Putri, Gusti Benowo, serta Wayah Dalem, Sentono Dalem, dan Abdi Dalem Kraton Surakarta Hadiningrat.
Berbeda dari acara internal kraton pada umumnya, Wilujengan Pitu Dinten Surud Dalem kali ini juga terbuka untuk masyarakat umum, yang ingin turut mendoakan almarhum PB XIII. Banyak warga tampak memadati halaman Sasana Parasdya, mengikuti doa bersama dengan tenang dan penuh kekhusyukan.
Menurut KGPA Adipati Dipo Kusumo, acara wilujengan ini merupakan doa bersama untuk memperingati tujuh hari mangkatnya atau wafatnya SISKS Pakoe Boewono XIII.
“Wilujengan ini digelar sebagai wujud doa dan penghormatan untuk tujuh hari mangkat atau berpulangnya SISKS Pakoe Boewono XIII. Semoga beliau mendapatkan tempat yang mulia di sisi Allah SWT, dan keraton tetap diberi keberkahan dalam melanjutkan kepemimpinan beliau,” ujarnya.
Wilujengan Pitu Dinten memiliki makna spiritual mendalam dalam tradisi Jawa, khususnya di lingkungan keraton. Tradisi ini dilaksanakan sebagai ungkapan duka cita dan penghormatan terakhir, sekaligus bentuk permohonan doa agar arwah almarhum memperoleh ketenangan dan kedamaian di alam keabadian.
Lantunan doa dan sholawat menggema di Sasana Parasdya hingga larut malam. Di akhir acara, seluruh hadirin memanjatkan doa untuk kelancaran kepemimpinan Pakoe Boewono XIV, agar mampu melanjutkan warisan budaya dan spiritual Kraton Surakarta Hadiningrat dengan penuh kebijaksanaan. @dimas





