Thursday, October 1, 2026
POJOK MILENIAL
Indonesiabuzz.com
  • Terbaru
  • Terpopuler
  • Topik Pilihan
No Result
View All Result
Indonesiabuzz.com
No Result
View All Result
Home Humaniora Historia

Keraton Surakarta Hadiningrat: Jejak Sejarah dan Keelokan Arsitekturnya

by Wartonagoro
January 16, 2024
Reading Time: 3 mins read
Jasmerah! Pemerintah Republik Indonesia Perlu Mengembalikan Daerah Istimewa Surakarta

Kraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat. (Foto: IndonesiaBuzz)

IndonesiaBuzz: Historia – Keraton Surakarta Hadiningrat, juga dikenal sebagai Keraton Surakarta, merupakan istana resmi Kesunanan Surakarta Hadiningrat yang berlokasi di Kota Surakarta, Jawa Tengah.

Didirikan oleh Sri Susuhunan Pakubuwana II sekitar tahun 1743-1744, keraton ini menjadi pengganti Keraton Kartasura yang hancur akibat Geger Pecinan pada tahun 1743. Dengan arsitektur yang memukau dan kekayaan sejarahnya, Keraton Surakarta menjadi salah satu daya tarik utama di Kota Surakarta.

Sejarah Keraton Surakarta

Pembangunan dan Perpindahan Ibukota:

Pada tahun 1742, Sri Susuhunan Pakubuwana II memimpin Mataram ketika terjadi perang besar yang menyebabkan keruntuhannya. Kota Kartasura, ibu kota saat itu, mengalami kerusakan parah akibat serbuan orang Tionghoa yang didukung oleh kelompok Jawa anti VOC. Sri Susuhunan Pakubuwana II, yang telah mengungsi ke Ponorogo, memutuskan untuk membangun istana baru sebagai ibu kota Mataram.

Untuk menemukan lokasi yang tepat, Sri Susuhunan Pakubuwana II memerintahkan Tumenggung Hanggawangsa, Tumenggung Mangkuyudha, dan komandan pasukan Belanda, J.A.B. van Hohendorff. Mereka menemukan lokasi yang strategis sekitar 20 km ke arah tenggara dari Kartasura, tepatnya di Desa Sala, yang kemudian diubah namanya menjadi Surakarta Hadiningrat. Pembangunan keraton dimulai, dan setelah selesai, istana ini dijadikan tempat resmi Kesunanan Surakarta.

BeritaTerkait

Kraton Surakarta Gelar Kirab Malam Selikuran, Padukan Ritual, Budaya, dan Syiar Islam

Sadranan Kajoran Jadi Simbol Sinergi Warga dan Karaton Surakarta

Penyerahan Kedaulatan dan Perubahan Nama Desa:

Keraton Surakarta menjadi saksi bisu penyerahan kedaulatan Kesultanan Mataram kepada VOC pada tahun 1749. Setelah Perjanjian Giyanti pada tahun 1755, keraton ini dijadikan istana resmi Kesunanan Surakarta. Nama Desa Sala pun diubah menjadi Surakarta, yang mengandung makna “keberanian” dan “makmur”. Harapannya, Surakarta menjadi tempat di mana penghuninya selalu berjuang untuk kebaikan dan kemakmuran negara.

Sasana Sumewa, Keraton Surakarta. (Foto: IndonesiaBuzz)

Arsitektur Keraton Surakarta

Keraton Surakarta merupakan contoh kemegahan arsitektur istana Jawa. Dirancang oleh Pangeran Mangkubumi, yang kemudian menjadi Sultan Hamengkubuwana I, pola bangunannya mirip dengan Keraton Yogyakarta. Meskipun dibangun secara bertahap, Keraton Surakarta mempertahankan pola dasar tata ruang yang sama sejak awal pembangunan.

Pembagian kawasan Keraton Surakarta mencakup berbagai kompleks, seperti Alun-Alun Lor/Utara, Pagelaran Sasana Sumewa, Siti Hinggil Lor/Utara, Kamandungan Lor/Utara, Sri Manganti Lor/Utara, Kedhaton, Kamagangan dan Sri Manganti Kidul/Selatan, Kamandungan Kidul/Selatan, serta Siti Hinggil Kidul/Selatan dan Alun-Alun Kidul/Selatan. Dikelilingi oleh baluwarti, dinding pertahanan tinggi, kompleks keraton ini menciptakan suasana yang magis dan monumental.

Keraton Surakarta Hari Ini

Setelah Kesunanan Surakarta resmi menjadi bagian Republik Indonesia pada tahun 1945, Keraton Surakarta tetap berfungsi sebagai tempat tinggal Sri Susuhunan dan keluarganya yang menjalankan tradisi kesunanan. Selain itu, keraton ini juga menjadi objek wisata utama di Kota Surakarta. Sebagian kompleks keraton terbuka untuk umum, termasuk museum yang menyimpan koleksi berharga milik kesunanan, seperti hadiah dari raja-raja Eropa, replika pusaka keraton, dan alat musik gamelan.

Keraton Surakarta, dengan keindahan arsitektur dan keberlanjutannya sebagai tempat tradisional, mempertahankan daya tariknya hingga saat ini. Pengunjung dapat menikmati kemegahan balairung, lapangan, paviliun, dan koleksi museum yang menceritakan sejarah gemilang Kesunanan Surakarta. Dengan luas total mencapai 157 hektar, termasuk area Baluwarti, Alun-Alun Lor, Alun-Alun Kidul, Gapura Gladag, dan kompleks Masjid Agung Surakarta, keraton ini terus menjadi saksi bisu perkembangan sejarah Jawa.

Keraton Surakarta Hadiningrat adalah warisan berharga yang tidak hanya menjadi saksi bisu sejarah Mataram tetapi juga menyajikan keelokan arsitektur istana Jawa. Dengan terus menjalankan tradisi kesunanan, keraton ini tidak hanya menjadi tempat tinggal Sri Susuhunan tetapi juga tujuan wisata yang menarik bagi masyarakat umum. Keberlanjutan Keraton Surakarta sebagai cagar budaya menggambarkan kekayaan sejarah Indonesia yang perlu dijaga dan dihargai oleh generasi-generasi mendatang. @wartonagoro

Tags: HistoriaKraton Surakartasejarah
Share226SendScan

Trending

Auto Draft
News

Stok Beras Madiun Dipantau, Satgas Pangan Temukan 50 Ton Beras di Penggilingan

3 hours ago
Bupati Madiun Ingatkan Pelajar: Cerdas Akademik Harus Dibarengi Adab dan Toleransi
News

Bupati Madiun Ingatkan Pelajar: Cerdas Akademik Harus Dibarengi Adab dan Toleransi

4 hours ago
Hadapi Ancaman Kekeringan, Pemkab Madiun Percepat Tanam Padi Serempak
News

Hadapi Ancaman Kekeringan, Pemkab Madiun Percepat Tanam Padi Serempak

4 hours ago
KAI Daop 7 Madiun Gandeng Kejari Ponorogo Tangani Masalah Hukum
News

KAI Daop 7 Madiun Gandeng Kejari Ponorogo Tangani Masalah Hukum

6 hours ago
Tiga Anggota DPRD Jatim Diamankan dalam Penggerebekan Dugaan Pesta Narkoba di Hotel Surabaya
News

Tiga Anggota DPRD Jatim Diamankan dalam Penggerebekan Dugaan Pesta Narkoba di Hotel Surabaya

9 hours ago
Indonesiabuzz.com

TERBARU

Auto Draft

Stok Beras Madiun Dipantau, Satgas Pangan Temukan 50 Ton Beras di Penggilingan

September 30, 2026
Bupati Madiun Ingatkan Pelajar: Cerdas Akademik Harus Dibarengi Adab dan Toleransi

Bupati Madiun Ingatkan Pelajar: Cerdas Akademik Harus Dibarengi Adab dan Toleransi

September 30, 2026

TERPOPULER

KPK Sita Sawah 1.938 Meter Persegi di Ngawi, Pasang Papan Penyitaan

DPRD Ngawi Turun Lapangan di Tiga Pilar Cup 2026, Tekankan Dukungan untuk Persinga

350 Prajurit Yon Armed 12 Kostrad Pulang dari Pamtas RI-RDTL

Bawa Sajam dan Diduga Aniaya Ibu, Pria di Ngawi Dievakuasi Satpol PP

  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Hubungi Kami
  • Sitemap

Copyright © 2022-2023, IndonesiaBuzz.com. All rights reserved.

No Result
View All Result
  • Home
  • Buzz
  • Halo Indonesia
  • News
    • Ekonomi & Bisnis
    • Hukum & Kriminal
    • Politik & Pemerintahan
    • Sosial Kemasyarakatan
  • Tokoh
  • Entertainment
    • Hiburan
    • Selebritis
  • Humaniora
    • Budaya
    • Historia
    • Sastra
    • Inspirasi
  • Lifestyle
    • Fashion
    • Finansial
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Otomotif
    • Relationship
    • Sport
    • Teknologi
    • Wanita
  • Sudut Pandang
    • Celoteh
    • Kata Pakar
    • Opini
  • Travel & Staycation
  • Pojok Milenial
  • Foto

Copyright © 2022-2023, IndonesiaBuzz.com. All rights reserved.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In