IndonesiaBuzz: Yogyakarta, 11 Juni 2025 – Setelah beberapa bulan tanpa laporan kasus, satu kasus Covid-19 kembali ditemukan di Kota Yogyakarta. Meskipun bersifat ringan dan pasien telah dinyatakan sembuh, temuan ini menjadi pengingat bahwa pandemi memang telah bertransisi menjadi endemi—tetapi belum sepenuhnya berakhir.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Yogyakarta, Emma Rahmi Aryani, mengonfirmasi bahwa kasus tersebut ditemukan pada akhir Mei 2025 melalui pemantauan surveilans penyakit mirip flu atau Influenza Like Illness (ILI) di salah satu puskesmas.
“Kemarin ada satu positif, gejalanya ringan. Sekarang ini kita menggunakan masker kalau ada gejala dan PHBS,” ujar Emma kepada wartawan, Rabu (11/6/2025).
Pasien yang terkonfirmasi positif berasal dari Kabupaten Sleman dan saat ini sudah pulih sepenuhnya. Namun, temuan ini tetap menjadi sinyal bahwa potensi penularan masih ada, apalagi jika masyarakat lengah terhadap protokol kesehatan.
“Sudah sembuh, karena itu sudah dianggap penyakit seperti flu lainnya. Ya, perlakuannya, tata laksananya ya kayak flu,” lanjut Emma.
Dinkes Yogyakarta pun telah melakukan pelacakan terhadap empat kontak erat pasien. Hasilnya, keempat orang tersebut dinyatakan negatif Covid-19.
Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta kini meminta semua fasilitas pelayanan kesehatan, baik puskesmas maupun rumah sakit, tetap siaga dan waspada terhadap potensi kemunculan kasus Covid-19 baru. Setiap warga yang mengalami batuk, pilek, atau demam, diimbau segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat.
“Jika merasakan gejala seperti flu, sebaiknya langsung ke puskesmas untuk pemeriksaan,” imbuh Emma.
Munculnya kembali kasus ini tidak bisa dilepaskan dari konteks regional dan global. Negara-negara seperti Thailand dan Singapura dalam beberapa bulan terakhir melaporkan peningkatan kasus akibat varian baru seperti JN.1, NB.1.8.1 (dijuluki ‘Nimbus’), serta subvarian lainnya dari Omicron.
Meski mayoritas infeksi tergolong ringan, para ahli tetap menekankan pentingnya pengawasan ketat, terutama karena virus SARS-CoV-2 terus bermutasi.


