IndonesiaBuzz: Wonogiri, 20 Januari 2026 – Warga Desa Tambakmerang dan Desa Selorejo, Kecamatan Girimarto, Kabupaten Wonogiri, kini tak lagi harus berjibaku menyeberangi sungai atau memutar sejauh empat kilometer untuk menjangkau desa tetangga. Sebuah jembatan gantung yang diberi nama Jembatan Gantung Garuda resmi dapat digunakan sejak awal 2026, menjadi urat nadi baru bagi mobilitas dan aktivitas warga setempat.
Kepala Desa Tambakmerang, Aris Wahyu Suryanto, mengatakan jembatan tersebut dibangun melalui kolaborasi antara Pemerintah Desa Tambakmerang, Kodim 0728/Wonogiri, serta para relawan dari Vertical Rescue Indonesia. Kehadiran jembatan ini menjawab kebutuhan mendesak masyarakat yang selama bertahun tahun bergantung pada jalur sungai sebagai akses terpendek antarwilayah.
“Sebelum ada jembatan, warga dari Selorejo maupun Tambakmerang sering turun langsung ke sungai. Mereka nekat menyeberang karena kalau lewat jalan memutar jaraknya bisa empat kilometer,” ujar Aris, Senin (19/1/26).
Menurut Aris, jalur sungai kerap digunakan warga untuk aktivitas bertani. Bahkan, anak anak sekolah setiap hari terpaksa menyeberangi aliran sungai saat berangkat dan pulang sekolah, dengan risiko keselamatan yang tidak kecil, terutama saat debit air meningkat.
Melihat kondisi tersebut, Pemerintah Desa Tambakmerang sejatinya telah merencanakan pembangunan jembatan pada 2027 dan mulai membuka lahan sejak awal 2025. Namun, rencana itu dipercepat setelah TNI melalui Kodim 0728/Wonogiri menawarkan pembangunan jembatan lebih dini dengan menggandeng Vertical Rescue Indonesia.
“Alhamdulillah sekarang sudah jadi dan bisa dilewati,” kata Aris.
Jembatan Gantung Garuda dibangun menggunakan konstruksi utama besi dan sling baja, dengan lantai dari kayu. Panjang jembatan mencapai 60 meter dengan lebar sekitar 120 sentimeter. Jembatan ini diperuntukkan khusus bagi pejalan kaki dan diharapkan mampu menjamin keselamatan pengguna.
Komandan Kodim 0728/Wonogiri Letkol Inf Rodricho Ivan Pattihahuan, melalui Pasiter Kodim 0728/Wonogiri Kapten Inf Jumadi, menyampaikan bahwa pembangunan jembatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan aksesibilitas warga, memperlancar aktivitas sehari hari, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat desa.
“Melalui kegiatan ini, TNI menegaskan komitmennya untuk selalu hadir dan bekerja bersama rakyat. Tidak hanya dalam tugas pengamanan, tetapi juga mendukung percepatan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujar Jumadi.
Dengan terhubungnya Desa Tambakmerang dan Desa Selorejo, jembatan gantung ini diharapkan menjadi simbol kolaborasi lintas elemen sekaligus solusi konkret atas persoalan akses dasar masyarakat di wilayah pedesaan.(@Yudi S/Koresponden Wonogiri)







