IndonesiaBuzz: Makkah, 23 Mei 2026 – Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi akhirnya menemukan jemaah haji Indonesia asal Jakarta, Muhammad Firdaus Ahlan (73), dalam kondisi meninggal dunia setelah sebelumnya dilaporkan hilang selama tujuh hari di Kota Makkah.
Jemaah lanjut usia yang tergabung dalam kelompok terbang (kloter) JKG 27 tersebut ditemukan pada Jumat dini hari (22/5/2026) sekitar pukul 02.00 waktu Arab Saudi di kawasan perbukitan Jabal Kuday, tidak jauh dari lokasi pemondokan jemaah Indonesia.
Peristiwa ini menjadi perhatian serius penyelenggara ibadah haji, terutama terkait pengawasan dan pendampingan terhadap jemaah lanjut usia yang memiliki tingkat kerentanan tinggi selama menjalankan rangkaian ibadah di Tanah Suci.
Muhammad Firdaus Ahlan sebelumnya dilaporkan terpisah dari rombongan saat berada di Makkah. Setelah menerima laporan kehilangan, PPIH Arab Saudi bersama petugas sektor, petugas kloter, serta aparat keamanan Arab Saudi langsung melakukan pencarian intensif.
Tim gabungan menyisir sejumlah titik yang biasa dilalui jemaah, mulai dari area hotel, jalur menuju tempat ibadah, hingga lokasi-lokasi yang diperkirakan menjadi jalur pergerakan jemaah.
Selama proses pencarian, petugas juga berkoordinasi dengan Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Jeddah, rumah sakit setempat, serta otoritas keamanan Arab Saudi untuk memastikan seluruh kemungkinan lokasi keberadaan jemaah dapat ditelusuri.
Pencarian kemudian diperluas hingga kawasan perbukitan di sekitar Kota Makkah.
Pada Jumat dini hari, aparat keamanan Arab Saudi menemukan Firdaus di kawasan Jabal Kuday saat melakukan patroli rutin.
Kepala Bidang Perlindungan Jemaah PPIH Arab Saudi Muftiono mengatakan lokasi penemuan diperkirakan berjarak sekitar 2,5 kilometer dari hotel tempat almarhum menginap.
Setelah dilakukan proses identifikasi, PPIH memastikan jemaah yang ditemukan tersebut benar Muhammad Firdaus Ahlan.
Koordinator Bidang Media Center Haji PPIH Arab Saudi Hasan Afandi menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya almarhum.
“Semoga Allah subhanahu wa ta’ala senantiasa melimpahkan rahmat dan ampunan-Nya kepada almarhum serta memberikan kesabaran kepada keluarga yang ditinggalkan,” ujar Hasan dalam konferensi pers di Makkah, Jumat (22/5/26).
PPIH Arab Saudi juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam proses pencarian, mulai dari petugas haji, aparat keamanan Arab Saudi, pihak rumah sakit, hingga masyarakat Indonesia yang turut membantu dan mendoakan.
Pemerintah Indonesia memastikan hak ibadah almarhum tetap dipenuhi melalui pelaksanaan badal haji yang akan dilakukan oleh petugas haji Indonesia.
Kasus ini kembali menyoroti tantangan penyelenggaraan ibadah haji, khususnya dalam pendampingan jemaah lanjut usia, penyandang disabilitas, dan jemaah dengan kondisi kesehatan tertentu di tengah tingginya mobilitas serta kepadatan aktivitas di Makkah.
PPIH Arab Saudi mengimbau seluruh jemaah agar tidak membiarkan lansia maupun jemaah sakit berjalan sendiri tanpa pendamping.
Petugas juga meminta jemaah lain segera membantu apabila menemukan jemaah yang tampak kebingungan, kelelahan, atau terpisah dari rombongan guna meminimalkan risiko tersesat selama pelaksanaan ibadah haji berlangsung. @yudi







