IndonesiaBuzz: Surakarta, 25 Agustus 2025 – Kraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat menggelar ritual jamasan dua pusaka keraton, yakni Kyai Guntur Madu dan Kyai Guntur Sari, pada Senin (25/8/25) pagi. Prosesi berlangsung di Bangsal Langen Katong, kompleks Kasunanan Surakarta, dipimpin utusan dalem KRA Citro Adiningrat atau Kanjeng Citro, atas perintah SISKS Pakoe Boewono XIII.
Jamasan pusaka ini merupakan bagian dari rangkaian hajad dalem Paraden Grebeg Maulud yang digelar setiap tahun. Ritual diikuti sentono dalem dan abdi dalem, diawali dengan persiapan uborampe dan doa wilujengan yang dipimpin ulama keraton. Usai doa, pusaka kereta kebesaran Kyai Guntur Madu dan Kyai Guntur Sari dimandikan dengan tata cara khusus sesuai tradisi turun-temurun.
Utusan dalem penanggung jawab jamasan, KRA Citro Adiningrat, menjelaskan bahwa prosesi ini bukan sekedar membersihkan pusaka secara fisik, melainkan juga mengandung makna spiritual. “Jamasan pusaka merupakan amanah dari Sinuhun Pakoe Boewono XIII. Prosesi ini adalah upaya menjaga kesucian, kehormatan, dan kelestarian warisan leluhur. Kyai Guntur Madu dan Kyai Guntur Sari adalah pusaka Gamelan kebesaran yang menjadi simbol kewibawaan dan kebesaran raja, bahwa di dunia ini selalu berpasang pasangan” ujarnya.
Pihak keraton menegaskan bahwa jamasan pusaka memiliki nilai spiritual sekaligus budaya. Selain menjadi bagian dari laku ritual dalam menyambut Maulid Nabi Muhammad SAW, tradisi ini juga menjadi atraksi budaya yang menarik perhatian masyarakat luas. Rangkaian acara akan berlanjut dengan kirab pusaka dan puncak Grebeg Maulud di Surakarta. (Yudi S – red)







