IndonesiaBuzz: Jakarta, 5 Februari 2026 – Pemerintah menegaskan komitmennya untuk mencegah terulangnya insiden tragis seorang siswa sekolah dasar di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang diduga mengakhiri hidup akibat persoalan ekonomi keluarga. Salah satu langkah yang akan ditempuh ialah evaluasi menyeluruh terhadap sistem pendataan penerima bantuan sosial (bansos).
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menyampaikan hal tersebut mewakili pihak Istana Kepresidenan, menyusul informasi bahwa keluarga korban tidak tersentuh program bansos pemerintah lantaran terkendala persoalan administrasi kependudukan.
“Ya, itu bagian dari yang harus kita evaluasi secara menyeluruh. Masalah pendataan, masalah laporan, termasuk kepedulian sosial kita,” ujar Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (4/2/26).
Prasetyo menekankan pentingnya peran aparatur pemerintahan di tingkat desa dan dusun untuk aktif melakukan pemantauan kondisi warganya. Menurutnya, kepala desa dan kepala dusun harus rutin melaporkan apabila terdapat warga yang layak menerima bantuan, namun belum terdata dalam sistem pemerintah.
“Kalaupun belum masuk dalam daftar penerima manfaat, mestinya ada mekanisme struktural. Misalnya melalui kepala desa atau kepala dusun yang terus-menerus melakukan monitoring dan melaporkan manakala ada warganya yang belum tercatat sebagai penerima manfaat program pemerintah,” jelasnya.
Selain persoalan ekonomi, Prasetyo menilai aspek lingkungan, keluarga, dan sekolah juga perlu mendapat perhatian serius. Ia mengungkapkan telah berkoordinasi dengan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah terkait insiden tersebut, terutama dalam upaya memperkuat edukasi dan pendampingan kesehatan mental anak.
“Faktor sekolah menjadi sangat penting, terutama edukasi terkait kesehatan mental anak anak kita. Jika mengalami tekanan atau permasalahan, mereka harus didorong untuk berani menyampaikan kepada guru di sekolah,” katanya.
Prasetyo menambahkan, Presiden Prabowo Subianto memberikan atensi khusus terhadap kasus ini dan telah menginstruksikan jajarannya untuk melakukan langkah-langkah antisipatif agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.
“Bapak Presiden menaruh atensi dan meminta kami untuk berkoordinasi supaya ke depan hal-hal semacam ini dapat kita antisipasi,” pungkasnya. @yudi







