IndonesiaBuzz: Wonogiri, 29 Juni 2026 – Pemerintah Kabupaten Wonogiri menegaskan pentingnya penguatan peran bidan sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan ibu, anak, dan keluarga di tengah tantangan peningkatan kualitas kesehatan masyarakat. Komitmen tersebut mengemuka dalam peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-75 Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kabupaten Wonogiri yang digelar di Alun-Alun Giri Krida Bhakti, Minggu (28/6/26).
Kegiatan yang dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Wonogiri, FX Pranata, itu menjadi momentum konsolidasi profesi sekaligus penguatan kolaborasi antara organisasi bidan dan pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan masyarakat.
Dalam sambutannya, FX Pranata berharap peringatan HUT IBI tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga mampu memperkokoh kelembagaan organisasi, mempererat solidaritas antaranggota, serta meningkatkan eksistensi IBI sebagai organisasi profesi yang profesional, adaptif, dan berdedikasi.
“Kami berharap IBI Kabupaten Wonogiri terus menjadi mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan masyarakat yang sehat dan sejahtera,” ujar FX Pranata.
Berdasarkan data Pemerintah Kabupaten Wonogiri, saat ini terdapat 726 bidan yang bertugas di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan, baik rumah sakit, puskesmas, klinik, maupun praktik mandiri. Namun, jumlah tersebut dinilai masih perlu terus diperkuat seiring besarnya kebutuhan pelayanan kesehatan di Kabupaten Wonogiri yang memiliki jumlah penduduk lebih dari satu juta jiwa, dengan sekitar separuhnya merupakan perempuan.
Sekda menegaskan bahwa peningkatan kompetensi dan profesionalisme tenaga kebidanan menjadi kebutuhan penting dalam menjawab tantangan pelayanan kesehatan yang semakin kompleks. Menurutnya, bidan memiliki peran strategis tidak hanya dalam pelayanan persalinan, tetapi juga edukasi kesehatan reproduksi, pencegahan stunting, hingga peningkatan kualitas kesehatan keluarga.
“Semangat pengabdian para bidan merupakan bagian penting dalam mendukung terwujudnya visi Wonogiri Berdaya Saing, Maju, Sejahtera, dan Pembangunan Berkelanjutan,” katanya.
Pada kesempatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Wonogiri juga memberikan apresiasi kepada IBI Kabupaten Wonogiri yang turut mendukung pelaksanaan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi masyarakat. Program yang menjadi bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) pemerintah itu diarahkan untuk meningkatkan deteksi dini berbagai penyakit, baik penyakit menular maupun penyakit tidak menular.
Menurut FX Pranata, pemeriksaan kesehatan secara berkala masih menjadi tantangan karena tingkat kesadaran masyarakat dinilai belum optimal. Oleh karena itu, peran bidan dinilai sangat penting dalam membangun budaya hidup sehat melalui edukasi dan pendampingan kepada masyarakat.
Ia mengajak seluruh bidan untuk terus mengedukasi masyarakat agar tidak menunggu sakit sebelum memeriksakan kondisi kesehatannya. Langkah preventif tersebut diyakini menjadi kunci dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat sekaligus menekan angka kesakitan melalui deteksi dini dan penanganan yang lebih cepat.
Peringatan HUT ke-75 IBI Kabupaten Wonogiri sekaligus menegaskan posisi bidan sebagai salah satu pilar utama pelayanan kesehatan dasar yang memiliki kontribusi besar dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat, khususnya di bidang kesehatan ibu dan anak.(@Yudi S/Koresponden Wonogiri).






