IndonesiaBuzz: Halo Jatim – Rencana proyek strategis di Kota Madiun tidak sepenuhnya terealisasi sesuai jadwal. Fakta ini terungkap dalam evaluasi pekerjaan konstruksi yang digelar di Hotel Aston Madiun pada Senin (17/12/2024).
Evaluasi tersebut dipimpin oleh Pj Wali Kota Madiun, Eddy Supriyanto. Dalam kegiatan ini, Eddy menyoroti secara khusus pembangunan Jembatan Patihan yang menghubungkan Kelurahan Patihan dan Kelurahan Sogaten. Proyek ini menjadi sorotan karena belum rampung sesuai target hingga menjelang akhir tahun.
Eddy mengungkapkan bahwa keterlambatan tersebut disebabkan oleh kendala teknis dan cuaca ekstrem.
“Kondisi cuaca dan derasnya arus sungai sangat memengaruhi pekerjaan. Namun, kami berharap proyek ini selesai sebelum akhir tahun,” ujarnya usai agenda evaluasi.
Menurut data yang disampaikan, capaian konstruksi di tahun ini mencatat:
- Dari 44 rencana tender, 37 paket berhasil direalisasikan, sementara tujuh paket lainnya dialihkan ke e-katalog.
- Sebanyak 136 paket pengadaan langsung telah selesai 100%.
- E-katalog mencatat realisasi 26 paket, termasuk pengalihan tender, dari 19 yang direncanakan.
Eddy menegaskan bahwa semua pelaksanaan proyek dilakukan sesuai peraturan yang berlaku. Ia juga mengingatkan agar penyedia jasa dan bagian pengadaan barang tidak menyalahgunakan anggaran.
“Ke depan, semua harus mengikuti ketentuan. Jangan main-main dengan anggaran,” tegasnya.
Meski evaluasi telah dilakukan, Eddy menambahkan bahwa pengawasan proyek belum sepenuhnya selesai. Ia berencana melakukan inspeksi langsung untuk memastikan kualitas dan ketepatan waktu pengerjaan, terutama pada proyek-proyek strategis.
“Kami akan cek seluruh proyek agar sesuai dengan waktu, kualitas, dan anggaran yang direncanakan,” pungkasnya.
Selain Jembatan Patihan, Eddy juga menekankan pentingnya pelaksanaan proyek strategis lainnya tanpa melanggar ketentuan. Proyek-proyek tersebut menjadi prioritas untuk menunjang infrastruktur Kota Madiun di masa mendatang. @wara-e







