IndonesiaBuzz: Wonogiri, 16 September 2025 – Penyaluran program Makanan Bergizi (MBG) di SMA Negeri 2 Wonogiri resmi diliburkan selama lima hari, terhitung mulai Senin (15/9/25). Kebijakan ini merupakan imbas dari kasus keracunan massal yang menimpa 110 siswa pada Kamis, 11 September 2025.
Plt Kepala SMA Negeri 2 Wonogiri, Widodo, membenarkan keputusan tersebut. Ia menyebut, penghentian sementara distribusi makanan bergizi di sekolah dilakukan atas instruksi langsung dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Wonokerto.
“Mulai tanggal 15 sampai 19 September, penyaluran MBG dihentikan sementara. Hal ini menjadi bagian dari langkah evaluasi dan pencegahan agar kasus serupa tidak terulang,” jelas Widodo, Senin (15/9/25).
Menurutnya, penghentian distribusi tidak berarti program MBG dihentikan permanen. Evaluasi menyeluruh akan dilakukan, baik terkait kualitas bahan pangan, proses pengolahan, maupun sistem distribusi ke siswa.
“SPPG akan melakukan pemeriksaan menyeluruh. Setelah hasil evaluasi keluar dan dinyatakan aman, penyaluran MBG akan kembali berjalan seperti biasa,” tambahnya.
Sebelumnya, kasus keracunan yang menimpa lebih dari seratus siswa SMA Negeri 2 Wonogiri sempat menimbulkan kekhawatiran orang tua dan masyarakat. Mayoritas siswa mengalami gejala mual, pusing, hingga muntah setelah mengonsumsi makanan dari program tersebut. Meski seluruh korban telah mendapat perawatan medis dan kondisi berangsur pulih, Pemkab Wonogiri bersama SPPG menegaskan perlunya evaluasi ketat agar keamanan pangan terjamin.
Dengan adanya jeda penyaluran MBG ini, pihak sekolah berharap program kembali berjalan dengan lebih aman dan kredibel, sehingga tujuan utama untuk mendukung pemenuhan gizi siswa tetap terjaga. (Yudi S/Koresponden Wonogiri)







