IndonesiaBuzz: Jakarta, 20 Juni 2025 — Penularan penyakit tuberkulosis (TBC) masih menjadi ancaman serius bagi kesehatan masyarakat Indonesia. Data Kementerian Kesehatan menunjukkan, sebanyak 134 ribu orang meninggal akibat TBC setiap tahun, atau sekitar dua kematian terjadi setiap lima menit.
Direktur Pascasarjana Universitas Yarsi, Profesor Dr. Tjandra Yoga Aditama, menjelaskan ada empat langkah utama dalam mencegah penularan TBC di masyarakat. “Pertama, jika ada yang sakit maka harus segera diobati agar tidak menular ke orang lain,” ujar Tjandra, Kamis.
Langkah kedua adalah vaksinasi BCG pada bayi. Meski tidak sepenuhnya melindungi terhadap TBC pada orang dewasa, vaksin ini mampu mencegah bentuk berat TBC dan kematian pada anak-anak.
Ketiga, penerapan Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT) bagi mereka yang memenuhi kriteria. Keempat, masyarakat harus menjaga daya tahan tubuh melalui pola hidup bersih dan sehat.
Tjandra yang juga menjabat sebagai Ketua Majelis Kehormatan Perhimpunan Dokter Paru Indonesia menambahkan, pengobatan TBC selama empat bulan sebenarnya telah direkomendasikan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Namun, penerapannya di Indonesia belum dimulai secara luas. “Mungkin negara tetangga sudah ada yang pakai,” kata dia.
Sebelumnya, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyampaikan pentingnya deteksi dini terhadap kasus TBC. “Tugas kita adalah menemukan penderita TBC di sekitar kita, memberikan pengobatan sampai selesai, dan memberikan obat pencegahan bagi orang yang tinggal serumah,” ujarnya dalam pernyataan pekan lalu.
Pemerintah telah menyediakan layanan deteksi dan pengobatan TBC secara gratis, sebagai bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC). Langkah ini diharapkan mampu menekan angka kematian dan memperkuat sumber daya manusia nasional yang sehat dan produktif.





