Wednesday, October 28, 2026
POJOK MILENIAL
Indonesiabuzz.com
  • Terbaru
  • Terpopuler
  • Topik Pilihan
No Result
View All Result
Indonesiabuzz.com
No Result
View All Result
Home News Ekonomi & Bisnis

Desa Ngerangan, Cikal Bakal Angkringan yang Kini Jadi Wisata Edukasi

by Eko Sigit
October 4, 2025
Reading Time: 2 mins read
Desa Ngerangan, Cikal Bakal Angkringan yang Kini Jadi Wisata Edukasi

Monumen Angkringan di Ngerangan, (foto Ayu Prawitasari/Klaten)

IndonesiaBuzz: Klaten, 4 Oktober 2025 – Desa Ngerangan, Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten, kini tak sekadar dikenal sebagai “desa cikal bakal angkringan”. Kawasan ini menjelma menjadi destinasi wisata edukasi unik, tempat pengunjung belajar langsung meracik teh khas angkringan hingga membuka usaha warung angkringan dari nol.

Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Ngerangan, Suwarna, menuturkan bahwa wisata edukasi ini banyak diminati berbagai kalangan, mulai dari pelajar, mahasiswa, hingga akademisi. Salah satunya datang dari program doktoral pariwisata Universitas Gadjah Mada (UGM).

“Kemarin dari UGM datang dua kali. Pertama 10 orang, kemudian tertarik lagi datang 35 orang untuk belajar edukasi teh angkringan,” ujar Suwarna kepada Kompas, pekan lalu.

Salah satu daya tarik utama wisata ini ialah pelatihan meracik teh ala angkringan, yang dikenal memiliki cita rasa khas dan tidak bisa dibuat sembarangan. Racikan teh di setiap daerah berbeda, disesuaikan dengan selera masyarakat setempat.

BeritaTerkait

Pemerintah Tambah Transfer ke Daerah 2026 Jadi Rp720 Triliun

Gempa Magnitudo 5,4 Guncang Barat Daya Gunungkidul, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami

“Warga Ngerangan yang berjualan angkringan sudah menyebar di banyak daerah. Dari situ muncul variasi rasa teh khas tiap kota. Itulah yang kami ajarkan secara detail,” tutur Suwarna.

Selain pelatihan meracik teh, Pokdarwis juga membuka “Sekolah Angkringan”, program belajar membuka usaha angkringan selama empat hingga lima hari. Peserta tidak hanya belajar resep dan racikan, tetapi juga manajemen usaha, strategi lokasi, hingga mendapat perlengkapan jualan.

“Kalau ikut paket komplet, peserta dapat alat dan siap langsung jualan angkringan setelah pelatihan,” jelas Suwarna.

Program wisata edukasi ini menjadi bagian dari upaya memperkuat branding Desa Ngerangan sebagai asal mula budaya angkringan, sekaligus mendorong persebaran usaha rakyat ini ke seluruh Indonesia.

Asal-usul angkringan bermula pada tahun 1930-an di Dukuh Sawit, Desa Ngerangan. Seorang warga bernama Karso Dikromo atau Karso Djukut merantau ke Solo dan bekerja pada juragan terikan bernama Mbah Wono di Laweyan.

Setelah beberapa waktu berjualan makanan, Djukut menambahkan minuman teh dan jahe, membawa cerek serta makanan dalam tumbu di kepala. Karena tidak praktis, ia kemudian berinovasi membuat pikulan yang kelak menjadi ciri khas pedagang angkringan.

Inovasi ini berkembang berkat bantuan Wiryo Je, sesama warga Dukuh Sawit, yang meracik teh oplosan khas angkringan. Dari sinilah tradisi warung hik atau angkringan lahir dan menyebar ke berbagai daerah.

Pada era 1950-an hingga 1970-an, pedagang asal Ngerangan mulai menjajakan angkringan di Solo dan Yogyakarta. Awalnya menggunakan pikulan, kemudian beralih ke gerobak dorong, yang menjadi ikon hingga sekarang.

Kini, hampir di setiap kota di Pulau Jawa bahkan hingga luar Jawa, nama angkringan tetap identik dengan suasana hangat, murah, dan sederhana jejak yang berawal dari kreativitas warga Desa Ngerangan hampir seabad lalu.

Tags: Desa NgeranganEdukasikabupaten klatenKecamatan Bayatpionir angkringanPokdarwisUniversitas Gadjah Mada (UGM).Wisata
Share222SendScan

Trending

Pemerintah Tambah Transfer ke Daerah 2026 Jadi Rp720 Triliun
News

Pemerintah Tambah Transfer ke Daerah 2026 Jadi Rp720 Triliun

7 hours ago
Gempa Magnitudo 5,4 Guncang Barat Daya Gunungkidul, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami
News

Gempa Magnitudo 5,4 Guncang Barat Daya Gunungkidul, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami

7 hours ago
RSUD Caruban Periksa 156 Jemaah Haji Kabupaten Madiun, Layanan Berlangsung Tiga Hari
News

RSUD Caruban Periksa 156 Jemaah Haji Kabupaten Madiun, Layanan Berlangsung Tiga Hari

14 hours ago
Investasi Kabupaten Madiun Tembus 90 Persen, Pemkab Bidik Target Penuh
News

Investasi Kabupaten Madiun Tembus 90 Persen, Pemkab Bidik Target Penuh

14 hours ago
Uncategorized

kasyno xonbet — Nowoczesne i rzetelne kasyno online

15 hours ago
Indonesiabuzz.com

TERBARU

Pemerintah Tambah Transfer ke Daerah 2026 Jadi Rp720 Triliun

Pemerintah Tambah Transfer ke Daerah 2026 Jadi Rp720 Triliun

October 28, 2026
Gempa Magnitudo 5,4 Guncang Barat Daya Gunungkidul, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami

Gempa Magnitudo 5,4 Guncang Barat Daya Gunungkidul, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami

October 28, 2026

TERPOPULER

Peringati Hari Santri Nasional, Ratusan Santri di Bayat Klaten Gelar Kirab dan Ziarah Makam Ulama Pejuang

Woodball Ngawi Sabet Empat Medali di Kejurprov Kediri, Matangkan Persiapan POPDA XV Jatim 2026

Chord Gitar dan Lirik Mangu – Fourtwnty ft Charita Utami

Polemik Transaksi Tanah di Madiun Memanas, Notaris Klarifikasi Soal Sertifikat dan Dugaan Intimidasi

  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Hubungi Kami
  • Sitemap

Copyright © 2022-2023, IndonesiaBuzz.com. All rights reserved.

No Result
View All Result
  • Home
  • Buzz
  • Halo Indonesia
  • News
    • Ekonomi & Bisnis
    • Hukum & Kriminal
    • Politik & Pemerintahan
    • Sosial Kemasyarakatan
  • Tokoh
  • Entertainment
    • Hiburan
    • Selebritis
  • Humaniora
    • Budaya
    • Historia
    • Sastra
    • Inspirasi
  • Lifestyle
    • Fashion
    • Finansial
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Otomotif
    • Relationship
    • Sport
    • Teknologi
    • Wanita
  • Sudut Pandang
    • Celoteh
    • Kata Pakar
    • Opini
  • Travel & Staycation
  • Pojok Milenial
  • Foto

Copyright © 2022-2023, IndonesiaBuzz.com. All rights reserved.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In