IndonesiaBuzz: Wonogiri, 9 November 2025 – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh generasi muda Kabupaten Wonogiri. Respati Listyatmoko, siswa kelas VIII SMP Pangudi Luhur Giriwoyo, berhasil meraih Juara Satu Festival Dalang Anak (FDA) Nasional 2025 kategori B yang digelar pada tanggal 3 hingga 5 November 2025, di Gedung Pewayangan Kautaman, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta.
Dalam ajang bergengsi yang mempertemukan 28 dalang cilik dari sembilan provinsi di Indonesia, Respati tampil memukau dengan pembawaan penuh wibawa dan penghayatan mendalam saat membawakan lakon “Prabakusuma Labuh” bergaya pewayangan khas Surakarta. Penampilannya yang berkarakter kuat dan penuh jiwa berhasil mencuri perhatian dewan juri serta memukau para penonton.
Keberhasilan Respati tidak datang begitu saja. Selain bakat alami dan kerja keras, prestasi ini juga didukung penuh oleh berbagai pihak, mulai dari keluarga, pihak sekolah, hingga pendamping dari PEPADI (Persatuan Pedalangan Indonesia) Wonogiri dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Wonogiri. Dukungan tersebut datang dari Eko Sunarsono (Ketua PEPADI Wonogiri), Parman Hanief Wignyacarita (PEPADI Wonogiri), Panggah Triasmara Budhaya (Kabid Kebudayaan Disdikbud Wonogiri), serta pelatih Alifian Nur Rohmad Arif.
“Keberhasilan Respati merupakan wujud nyata bahwa seni pedalangan masih hidup dan dicintai oleh generasi muda. Ini kebanggaan luar biasa bagi Wonogiri dan Jawa Tengah,” ujar Panggah Triasmara Budhaya mewakili Dinas Pendidikan dan Kebudayaan setempat, Minggu (9/11/25).
Festival Dalang Anak Nasional 2025 diikuti perwakilan dari DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, Banten, Lampung, DIY, Jambi, NTB, dan Jawa Tengah. Dari Jawa Tengah, terdapat lima peserta yang lolos ke tingkat nasional, yaitu Danendra Dananjaya Djuanda (Kota Semarang), Kenzie Lintang Trenggono (Kabupaten Semarang), Respati Listyatmoko (Wonogiri), Syafathur Dwi Aprian (Cilacap), dan Muhammad Amin Al Basri (Rembang).
Kemenangan Respati menambah daftar panjang prestasi Jawa Tengah dalam seni tradisi dan menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus mencintai serta melestarikan warisan budaya bangsa.
Ajang FDA sendiri menjadi wadah penting bagi regenerasi dalang muda, memastikan seni wayang kulit tetap bertahan di tengah arus modernisasi. Dengan capaian ini, Respati tak hanya mengharumkan nama Wonogiri, tetapi juga menjadi simbol harapan baru bagi kelestarian budaya Jawa di masa depan. (@Yudi S/Koresponden Wonogiri)







