IndonesiaBuzz: Wonogiri, 14 April 2026 – Badan Penanggulangan Bencana Daerah Wonogiri memetakan sedikitnya tujuh kecamatan di wilayahnya yang berpotensi mengalami kekeringan dan krisis air bersih pada musim kemarau 2026. Kondisi ini diprediksi akan lebih panjang dan kering dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Kepala Pelaksana BPBD Wonogiri, Fuad Wahyu Pratama, menjelaskan bahwa pemetaan dilakukan berdasarkan data kejadian kekeringan pada tahun sebelumnya.
“Dari data kami, ada tujuh kecamatan yang berpotensi terdampak kekeringan,” ujarnya, Selasa (14/4/26).
Adapun wilayah yang masuk kategori rawan meliputi Kecamatan Pracimantoro (1 desa), Paranggupito (2 desa), Giritontro (5 desa), Nguntoronadi (2 desa), Eromoko (6 desa), Giriwoyo (2 desa), serta Manyaran (1 desa). Secara keseluruhan, jumlah warga yang berpotensi terdampak mencapai 16.883 jiwa.
Fuad menegaskan, potensi kekeringan tidak merata di seluruh desa, melainkan hanya terjadi pada dusun atau lingkungan tertentu yang memiliki tingkat kerentanan lebih tinggi terhadap krisis air bersih. Data tersebut juga masih bersifat sementara dan akan diverifikasi kembali di lapangan.
“Ini masih potensi, nanti akan kami pastikan lagi melalui verifikasi karena mengacu pada data tahun sebelumnya,” katanya.
Dalam rangka mitigasi, BPBD Wonogiri akan segera berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan serta pemangku kepentingan terkait guna menyiapkan langkah antisipatif. Bahkan, dalam skenario terburuk jika musim kemarau berlangsung lebih panjang, wilayah terdampak diperkirakan dapat meluas hingga 14 kecamatan.
Selain krisis air bersih, BPBD juga mengingatkan adanya peningkatan risiko kebakaran hutan dan lahan selama musim kemarau. Masyarakat diminta lebih berhati-hati, terutama saat membakar sampah atau beraktivitas yang berpotensi memicu api.
“Masyarakat harus memastikan api benar-benar padam dan tidak membuang puntung rokok sembarangan karena dapat memicu kebakaran,” tegasnya.
Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Wonogiri telah menyiapkan anggaran sekitar Rp300 juta untuk penyaluran bantuan air bersih bagi wilayah terdampak. Distribusi bantuan akan dilakukan berdasarkan permohonan dari pemerintah desa atau kecamatan setempat.
BPBD juga mengimbau masyarakat mulai melakukan penghematan penggunaan air sejak dini sebagai langkah antisipasi menghadapi potensi krisis yang lebih luas. (@Yudi S/Koresponden Wonogiri)







