IndonesiaBuzz: Nganjuk, 13 Januari 2025 – Dua balita kembar berusia sekitar satu tahun ditemukan meninggal dunia terapung di kolam ikan depan rumah mereka di Dusun Putuk, Desa Babadan, Kecamatan Pace, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, pada Jumat (10/1/2025) sekitar pukul 14.00 WIB.
Kasi Humas Polres Nganjuk, AKP Supriyanto, membenarkan peristiwa tragis tersebut. Saat kejadian, kedua orangtua korban diketahui sedang tidur siang di dalam rumah.
“Benar, telah terjadi peristiwa dua balita meninggal dunia di kolam ikan di Dusun Putuk, Desa Babadan, Kecamatan Pace, Kabupaten Nganjuk,” kata Supriyanto, dikutip dari Kompas, Senin (13/1/2025).
Peristiwa ini pertama kali diketahui oleh Suhartini (47), seorang kerabat korban. Ia datang ke rumah korban dengan maksud menjenguk. Namun, setibanya di depan rumah, Suhartini melihat kedua balita tersebut sudah terapung di kolam ikan.

“Salah satu korban ditemukan dalam keadaan telentang, sedangkan yang lainnya dalam posisi tengkurap. Saat ditemukan, keduanya sudah tidak bernapas,” ungkap Supriyanto.
Suhartini segera memberitahukan kejadian tersebut kepada saksi lainnya, Kasmidi (53). Mereka kemudian berteriak meminta tolong kepada warga sekitar. Mendengar teriakan itu, kedua orangtua korban yang sedang tidur siang langsung berlari keluar rumah dan mengangkat tubuh anak-anak mereka dari kolam.
Korban kemudian dilarikan ke Klinik Fifa Husada oleh kedua orangtuanya. Namun, tim medis memastikan kedua balita tersebut sudah meninggal dunia.
Kapolsek Pace, AKP Pujo Santoso, menjelaskan bahwa kolam ikan di depan rumah korban memiliki ukuran panjang 190 sentimeter, lebar 163 sentimeter, dan kedalaman air 42 sentimeter. Kolam tersebut tidak dilengkapi pagar pembatas.
“Diduga kedua balita tersebut terjatuh ke kolam saat sedang bermain. Kondisi kolam tanpa pagar pembatas kemungkinan menjadi faktor penyebab insiden ini,” ujar Pujo.
Hasil pemeriksaan tim medis memastikan tidak ada tanda-tanda penganiayaan pada tubuh kedua korban. Pihak keluarga telah menerima kejadian ini sebagai musibah.
“Orangtua korban menerima kejadian ini sebagai takdir. Kami juga sudah memastikan tidak ada unsur kekerasan atau tindak pidana,” tambah Pujo.
Polres Nganjuk mengimbau warga untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap keselamatan anak-anak, terutama dengan memastikan area berbahaya seperti kolam atau tempat bermain memiliki pengamanan yang memadai. Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya pengawasan terhadap anak-anak, khususnya balita, dalam aktivitas sehari-hari.







