IndonesiaBuzz: Historia – Terminologi prasejarah tetap dianggap relevan dan tidak perlu diganti dengan istilah sejarah awal, meski beberapa buku sejarah nasional Indonesia mengusulkan hal tersebut. Para pakar menegaskan perbedaan antara sejarah dan prasejarah sudah jelas, terutama ditentukan oleh pengenalan tulisan.
Arkeolog Wiwin Djuwita Ramelan menyebut prasejarah adalah masa ketika manusia belum mengenal aksara, sementara sejarah muncul setelah manusia mulai menulis. Wiwin menekankan, penggantian istilah prasejarah menjadi sejarah awal berpotensi membingungkan masyarakat, mengubah kurikulum arkeologi, dan memakan banyak tenaga serta waktu. “Perbedaan terminologi sejarah dan prasejarah sudah jelas dan tidak perlu diperdebatkan,” ujarnya dalam diskusi daring Center for Prehistory and Austronesian Studies (CPAS).
Profesor Harry Truman Simanjuntak menambahkan, zaman prasejarah di Indonesia dimulai sekitar 1,5 juta tahun lalu. Manusia purba Homo erectus diperkirakan sampai Nusantara 1,5 juta tahun yang lalu, dan periode proto-sejarah dimulai sekitar abad ke-4 SM. Akhir abad ke-4 hingga ke-5 SM, Nusantara mulai mengenal tulisan melalui pengaruh India. Menurut Truman, sejarah hanya mencakup sekitar satu persen dari kehidupan manusia di Nusantara, sedangkan 99 persen lainnya termasuk prasejarah.
Prasejarah dan sejarah juga berbeda dalam pendekatan metodologi. Penelitian prasejarah menggunakan artefak, fitur, dan ekofak melalui survei dan ekskavasi, sedangkan sejarah meneliti sumber tertulis, dokumen, dan catatan. Truman menekankan bahwa ontologi dan epistemologi kedua disiplin berbeda, sehingga terminologi prasejarah memiliki dasar keilmuan yang mapan.
Truman khawatir perubahan istilah ini bisa mereduksi bahkan menghilangkan disiplin prasejarah dari nomenklatur keilmuan. Menurutnya, jika perubahan terminologi dilakukan, seharusnya berasal dari lingkup ilmu prasejarah itu sendiri, bukan intervensi disiplin lain. Saat ini, istilah prasejarah tetap digunakan di lembaga penelitian seperti Pusat Riset Prasejarah dan Sejarah BRIN. @jjpamungkas







