IndonesiaBuzz: Batang, 24 Oktober 2026 – Polda Jawa Tengah memperkuat upaya pelestarian lingkungan pesisir melalui program Green Policing dengan menanam 1.000 bibit mangrove di Desa Denasri, Kabupaten Batang, Jumat (23/10/26). Langkah ini menjadi bagian dari kolaborasi antara kepolisian, pemerintah daerah, dan masyarakat untuk menghadapi ancaman abrasi serta banjir rob yang telah berdampak pada lebih dari 400 hektare wilayah di Kabupaten Batang.
Kegiatan tersebut dipimpin Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Roy Hardi Siahaan sebagai wujud nyata penerapan konsep Polisi Bersama Masyarakat. Melalui program ini, Polri memperluas perannya tidak hanya dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga mendorong keterlibatan berbagai elemen dalam menjaga kelestarian lingkungan.
Penanaman mangrove dipilih sebagai salah satu langkah untuk mendukung perlindungan ekosistem pesisir dari ancaman kerusakan lingkungan. Namun, keberhasilan program tersebut tidak hanya ditentukan oleh jumlah bibit yang ditanam, melainkan juga oleh pemeliharaan dan keterlibatan masyarakat dalam memastikan tanaman dapat tumbuh secara berkelanjutan.
Green Policing, Wujud Nyata Polisi Bersama Masyarakat
Kapolda Jateng Irjen Pol Roy Hardi Siahaan menegaskan bahwa Green Policing merupakan implementasi konkret dari konsep Polisi Bersama Masyarakat yang diusung Polri. Pendekatan ini mendorong kepolisian hadir melalui kegiatan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, termasuk dalam menghadapi persoalan lingkungan.
“Polisi bersama masyarakat bukan sekadar tagline. Bagaimana kita mengaplikasikan program yang disampaikan Bapak Kapolri, salah satunya melalui green policing, yaitu bagaimana polisi bersama masyarakat ikut melestarikan ekosistem dan lingkungan,” ujar Roy.
Menurutnya, pelestarian lingkungan membutuhkan keterlibatan bersama agar upaya yang dilakukan tidak berhenti pada kegiatan simbolis, tetapi mampu memberikan manfaat dalam jangka panjang.
Penanaman mangrove di Desa Denasri menjadi salah satu bentuk kontribusi kepolisian dalam mendukung perlindungan kawasan pesisir. Ekosistem mangrove memiliki peran penting dalam membantu meredam energi gelombang, menahan sedimen, serta menyediakan habitat bagi berbagai organisme pesisir.
Meski demikian, efektivitas penanaman sangat bergantung pada kesesuaian lokasi, kondisi lingkungan, pemilihan jenis mangrove, dan perawatan setelah penanaman. Karena itu, keberlanjutan program menjadi aspek penting agar bibit yang ditanam dapat tumbuh dan mendukung pemulihan ekosistem pesisir.
Abrasi dan Rob Berdampak Lebih dari 400 Hektare
Ancaman abrasi dan banjir rob di Kabupaten Batang menjadi persoalan lingkungan yang membutuhkan penanganan secara terpadu. Bupati Batang M. Faiz Kurniawan menyebutkan bahwa dampak kedua fenomena tersebut telah menjangkau wilayah seluas lebih dari 400 hektare.
Menurut Faiz, penanganan persoalan pesisir tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah daerah. Dibutuhkan dukungan lintas sektor, baik dari sisi sumber daya, tenaga, maupun gagasan, untuk memperkuat upaya mitigasi dan perlindungan lingkungan.
Ia mengapresiasi keterlibatan Polda Jateng dan Polres Batang yang turut mendukung langkah pelestarian lingkungan melalui penanaman mangrove.
“Kami pemerintah daerah dan masyarakat tentu sangat terbantu, karena penanaman ini membutuhkan sumber daya yang besar, tenaga yang banyak, dan ide dari berbagai sektor. Alhamdulillah, polisi hadir bersama masyarakat dan pemerintah untuk mencegah abrasi dan rob di Kabupaten Batang,” kata Faiz.
Dukungan lintas sektor tersebut diharapkan dapat memperkuat upaya pemerintah daerah dalam menghadapi dampak abrasi dan banjir rob. Selain penghijauan, penanganan pesisir secara berkelanjutan juga memerlukan pemantauan kondisi lingkungan serta strategi mitigasi yang disesuaikan dengan karakteristik masing-masing kawasan.
Dengan dampak yang telah menjangkau ratusan hektare, keberlanjutan program perlindungan pesisir menjadi penting untuk menjaga lingkungan sekaligus mendukung aktivitas dan kehidupan masyarakat yang bergantung pada kawasan tersebut.
Pemeliharaan Mangrove Jadi Kunci Keberlanjutan Program
Untuk memastikan penanaman 1.000 bibit mangrove memberikan manfaat jangka panjang, Polda Jateng telah berkoordinasi dengan pemerintah daerah agar kegiatan tersebut selaras dengan program pelestarian lingkungan yang telah berjalan di Kabupaten Batang.
Kapolda Jateng menekankan bahwa pemeliharaan tanaman menjadi bagian penting dari upaya tersebut. Tanpa perawatan yang memadai, penanaman berisiko tidak mencapai hasil yang diharapkan.
“Kami bersama pemerintah daerah, dalam hal ini Bapak Bupati, tentunya akan melakukan pemeliharaan terhadap tanaman mangrove itu sendiri supaya bisa tumbuh lebih baik,” ungkapnya.
Kolaborasi antara kepolisian, pemerintah daerah, dan masyarakat diharapkan dapat memastikan bibit mangrove yang ditanam memperoleh perawatan berkelanjutan. Partisipasi masyarakat juga menjadi faktor penting dalam menjaga kawasan pesisir dan membangun kesadaran kolektif terhadap ancaman kerusakan lingkungan.
Melalui program Green Policing, Polda Jateng berupaya memperkuat peran kepolisian dalam menjawab persoalan yang berdampak langsung pada kehidupan masyarakat. Penanaman 1.000 bibit mangrove di Desa Denasri menjadi langkah awal yang perlu diikuti pemeliharaan, pengawasan, dan kerja sama berkelanjutan.
Dengan sinergi berbagai pihak, upaya pelestarian ekosistem pesisir di Kabupaten Batang diharapkan semakin kuat, sekaligus mendukung mitigasi abrasi dan banjir rob serta menjaga keberlanjutan lingkungan bagi masyarakat. (Red – Ho Humas Polda Jateng).







