IndonesiaBuzz: Ngawi, 9 Oktober 2026 – Krisis air bersih akibat musim kemarau di Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, semakin meluas. Jika pada pertengahan Agustus 2026 kekeringan tercatat melanda empat dusun, kini jumlah wilayah terdampak meningkat menjadi 28 dusun.
Merespons kondisi tersebut, Wakil Bupati Ngawi Dwi Rianto Jatmiko bersama Dewan Pengurus Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) menyalurkan bantuan air bersih dan sembako kepada warga terdampak di Desa Kerek, Kecamatan Ngawi, Jumat (9/10/2026).
Bantuan tersebut ditujukan untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, terutama air untuk minum, memasak, dan keperluan rumah tangga. Sementara itu, paket sembako diberikan kepada warga lanjut usia (lansia).
Wakil Bupati yang akrab disapa Antok itu mengatakan, perluasan wilayah terdampak menunjukkan bahwa kekeringan di Ngawi membutuhkan penanganan serius, baik melalui bantuan darurat maupun upaya jangka panjang.
“Terdapat peningkatan perluasan wilayah terdampak kekeringan yang cukup signifikan. Pada pertengahan Agustus lalu krisis air bersih hanya tercatat di 4 dusun, namun saat ini angkanya telah melonjak tajam hingga berdampak pada 28 dusun,” ujarnya.
KORPRI Perkuat Kepedulian Sosial
Penyaluran bantuan air bersih dan sembako menjadi salah satu bentuk kepedulian Pemerintah Kabupaten Ngawi terhadap masyarakat yang kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari akibat kekeringan.
Antok mengajak aparatur sipil negara (ASN), khususnya anggota KORPRI, untuk memperkuat solidaritas sosial dan berperan aktif membantu masyarakat yang membutuhkan.
Menurutnya, penanganan dampak kemarau tidak cukup hanya mengandalkan distribusi bantuan. Upaya menjaga kelestarian lingkungan juga perlu dilakukan agar ketersediaan air tetap terjaga.
Langkah tersebut dapat dimulai melalui penanaman pohon untuk mempertahankan daerah resapan air, serta membiasakan penghematan penggunaan air dan energi dalam kehidupan sehari-hari.
Pemerintah daerah berharap keterlibatan ASN dan berbagai elemen masyarakat dapat memperkuat upaya penanganan kekeringan, terutama di wilayah yang mengalami keterbatasan sumber air.
Pemkab Siapkan Solusi Jangka Panjang
Sebelumnya, penyaluran bantuan air bersih juga dilakukan Sekretaris Daerah Kabupaten Ngawi Mokh. Sodiq Triwidiyanto bersama sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) dan pengurus KORPRI di Dusun Gagan, Desa Kenongorejo, Selasa (6/10/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Pemkab Ngawi bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menyalurkan bantuan air bersih dan air minum dalam kemasan galon untuk membantu memenuhi kebutuhan warga.
Sodiq mengatakan, bantuan tersebut merupakan bentuk empati pemerintah daerah kepada masyarakat yang menghadapi kesulitan air bersih selama musim kemarau.
“Meski bantuan ini mungkin belum menyelesaikan akar masalah sepenuhnya, namun ini adalah bentuk empati dan kepedulian kami kepada masyarakat,” ujarnya.
Selain penyaluran bantuan darurat, Pemkab Ngawi merencanakan pemanfaatan sumber air dari dusun sekitar yang masih memiliki sumur dengan debit memadai.
Skema yang disiapkan meliputi pembangunan tandon penampungan air dan pemasangan jaringan pipa untuk mengalirkan air ke Dusun Gagan serta wilayah sekitarnya.
“Kalau di dusun sebelah terdapat sumber sumur yang memadai, ke depan mungkin bisa dibuatkan tandon air. Nantinya tinggal ditarik jaringan pipa ke sini, sehingga kebutuhan air masyarakat sekitar bisa terpenuhi secara berkelanjutan,” jelas Sodiq.
Rencana tersebut diharapkan menjadi solusi yang lebih permanen untuk memperluas akses air bersih, sehingga masyarakat tidak terus bergantung pada distribusi bantuan setiap kali musim kemarau tiba.
Kekeringan Jadi Tantangan Pemenuhan Kebutuhan Dasar
Meluasnya dampak kekeringan hingga 28 dusun menjadi pengingat bahwa ketersediaan air bersih masih menjadi tantangan bagi sebagian masyarakat Kabupaten Ngawi saat musim kemarau.
Air bersih tidak hanya dibutuhkan untuk minum dan memasak, tetapi juga untuk menjaga kebersihan diri, keluarga, dan lingkungan. Keterbatasan pasokan air dapat mengganggu aktivitas rumah tangga sekaligus meningkatkan beban masyarakat terdampak.
Momentum peringatan HUT KORPRI 2026 pun menjadi kesempatan untuk memperkuat peran aparatur negara dalam membantu masyarakat menghadapi persoalan yang dirasakan secara langsung.
Penyaluran bantuan tetap diperlukan untuk memenuhi kebutuhan mendesak warga. Namun, langkah tersebut perlu diiringi dengan pengembangan infrastruktur penyediaan air bersih, perlindungan daerah resapan, serta edukasi mengenai penggunaan air secara bijak.
Dengan penanganan darurat dan perencanaan jangka panjang yang berjalan beriringan, Pemkab Ngawi diharapkan dapat memperluas akses air bersih bagi masyarakat sekaligus mengurangi risiko krisis serupa pada musim kemarau berikutnya. (Esaputra /Koresponden Ngawi).







