IndonesiaBuzz: Wonosobo, 6 Juli 2026 – Kesiapsiagaan personel Kepolisian Resor Wonosobo berhasil mencegah potensi kebakaran yang lebih besar setelah sebuah minibus rombongan peziarah terbakar di Jalan Bhayangkara, tepat di depan Mapolres Wonosobo, Minggu (5/7/26) sekitar pukul 09.50 WIB. Berkat respons cepat petugas menggunakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR), api yang muncul di ruang mesin kendaraan berhasil dipadamkan sebelum merambat ke seluruh badan kendaraan.
Insiden tersebut melibatkan minibus PO Juragan OTEWE yang dikemudikan Muhammad Asrory. Kendaraan diketahui tengah membawa rombongan peziarah dari Karangsambung, Kabupaten Kebumen, menuju Kabupaten Wonosobo ketika mengalami gangguan teknis sesaat sebelum melintas di depan Mapolres Wonosobo.
Melihat kepulan asap tebal keluar dari bagian kap mesin, personel Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) bersama Piket Samapta Polres Wonosobo di bawah pimpinan Pamapta Ipda Jaka Candra Gunawan, segera bergerak menuju lokasi. Petugas membawa dua tabung APAR milik dinas dan langsung melakukan pemadaman pada titik api di ruang mesin.
Di saat bersamaan, puluhan penumpang yang berada di dalam kendaraan segera dievakuasi menuju area aman di Gedung Serbaguna Polres Wonosobo untuk menghindari risiko kebakaran sekaligus memberikan rasa tenang selama proses penanganan berlangsung.
Kapolres Wonosobo melalui Pamapta Polres Wonosobo, Ipda Jaka Candra Gunawan, membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya, keselamatan seluruh penumpang menjadi prioritas utama dalam penanganan insiden.
“Benar, telah terjadi kebakaran di ruang mesin minibus PO Juragan OTEWE yang membawa rombongan peziarah asal Kebumen. Begitu mobil mengeluarkan asap mengepul, anggota kami langsung mengambil tindakan cepat dengan menyemprotkan APAR. Para penumpang yang sempat panik segera kami arahkan menuju Gedung Serbaguna Polres Wonosobo agar dapat beristirahat dengan aman sambil menunggu proses penanganan selesai. Alhamdulillah, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini,” ujarnya.
Berdasarkan keterangan pengemudi, Muhammad Asrory, tanda-tanda gangguan sebenarnya telah dirasakan sekitar 50 meter sebelum lokasi kejadian. Ia mencium aroma benda terbakar dari ruang mesin sehingga memutuskan menepikan kendaraan sebagai langkah antisipasi.
Keputusan tersebut terbukti tepat. Tidak lama setelah kendaraan berhenti, asap semakin tebal keluar dari kap mesin dan langsung direspons oleh personel kepolisian yang sedang bertugas di Mapolres Wonosobo.
Sementara itu, dua penumpang, Rodiyah dan Rohyati, mengaku sempat panik ketika asap memenuhi bagian dalam kendaraan. Pada awalnya mereka mengira asap berasal dari seseorang yang merokok di dalam minibus. Namun setelah mengetahui sumber asap berasal dari mesin kendaraan, seluruh penumpang segera turun menyelamatkan diri.
Polres Wonosobo menilai kejadian tersebut menjadi pengingat penting bagi seluruh operator angkutan umum maupun pemilik kendaraan pribadi agar selalu memastikan kondisi armada dalam keadaan laik jalan sebelum melakukan perjalanan, terutama untuk rute jarak jauh.
Pemeriksaan berkala terhadap sistem kelistrikan, ruang mesin, sistem pengereman, serta komponen keselamatan kendaraan dinilai menjadi langkah krusial untuk mencegah potensi kebakaran di jalan raya. Selain itu, kepolisian juga mengimbau setiap kendaraan roda empat dilengkapi APAR portabel sebagai peralatan mitigasi awal apabila terjadi keadaan darurat.
Keberhasilan personel Polres Wonosobo memadamkan api dalam waktu singkat sekaligus mengevakuasi seluruh penumpang tanpa korban jiwa menjadi cerminan pentingnya kesiapsiagaan aparat dalam memberikan pelayanan darurat kepada masyarakat. Respons cepat tersebut tidak hanya mencegah kerusakan kendaraan yang lebih parah, tetapi juga berhasil menghindarkan puluhan penumpang dari potensi risiko yang lebih fatal. (Hermawan P/Koresponden Wonosobo)







