IndonesiaBuzz: Wonogiri, 3 Juli 2026 – Festival Mie Ayam Bakso Wonogiri 2026 tidak hanya menjadi ajang promosi kuliner dan pemberdayaan UMKM, tetapi juga momentum penguatan identitas daerah sebagai sentra mie ayam bakso nasional. Di balik kemeriahan festival tersebut, Polres Wonogiri memastikan seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, dan kondusif melalui pengamanan terpadu yang melibatkan personel di berbagai titik kegiatan.
Festival yang digelar di Alun-Alun Giri Krida Bhakti Wonogiri pada 3 hingga 4 Juli 2026 itu dibuka oleh Bupati Wonogiri Setyo Sukarno dan dihadiri Kapolres Wonogiri AKBP Wahyu Sulistyo, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pelaku UMKM, komunitas kuliner, serta masyarakat.
Puncak pembukaan festival ditandai dengan pencatatan Rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) melalui penyajian 5.555 porsi mie ayam bakso gratis kepada masyarakat. Momentum tersebut sekaligus menjadi deklarasi Wonogiri sebagai Ibu Kota Mie Ayam Bakso, sebuah branding yang diharapkan mampu memperkuat daya tarik wisata kuliner sekaligus mengangkat potensi ekonomi lokal.
Dalam sambutannya, Bupati Wonogiri Setyo Sukarno menegaskan bahwa mie ayam dan bakso telah berkembang menjadi sektor ekonomi yang memberikan dampak nyata terhadap kesejahteraan masyarakat.
Menurutnya, ribuan pelaku usaha asal Wonogiri yang mengembangkan bisnis mie ayam dan bakso di berbagai daerah telah menjadikan kuliner tersebut sebagai identitas sekaligus kekuatan ekonomi daerah.
“Capaian Rekor MURI ini diharapkan menjadi motivasi untuk terus mengembangkan potensi lokal serta meningkatkan daya saing Kabupaten Wonogiri melalui sektor kuliner,” ujarnya.
Untuk mendukung kelancaran acara, Polres Wonogiri menerjunkan personel pengamanan yang dipimpin Kabag Ops Polres Wonogiri Kompol Agus Syamsudin, S.H. Pengamanan dilakukan secara terbuka maupun tertutup guna mengantisipasi potensi gangguan keamanan selama festival berlangsung.
Selain menjaga area kegiatan, personel kepolisian juga melakukan pengaturan arus lalu lintas di sekitar lokasi, patroli rutin, serta memberikan imbauan kepada pengunjung agar bersama-sama menjaga ketertiban sehingga aktivitas festival dapat berlangsung aman dan nyaman.
Kapolres Wonogiri AKBP Wahyu Sulistyo menegaskan bahwa kehadiran kepolisian bukan sekadar menjaga keamanan, tetapi juga mendukung berbagai agenda pembangunan daerah yang berdampak langsung terhadap masyarakat.
“Polres Wonogiri berkomitmen memberikan rasa aman dalam setiap kegiatan masyarakat. Keamanan yang kondusif menjadi modal penting untuk mendukung pertumbuhan ekonomi, pengembangan UMKM, serta promosi pariwisata Kabupaten Wonogiri,” kata Wahyu Sulistyo.
Festival tahun ini menghadirkan lebih dari 50 tenant mie ayam bakso legendaris khas Wonogiri serta pelaku UMKM unggulan. Beragam agenda turut memeriahkan kegiatan, mulai dari bazar kuliner, pertunjukan Reog, parade band pelajar, talkshow, hingga hiburan musik yang menarik ribuan pengunjung.
Pemerintah Kabupaten Wonogiri menilai festival tersebut menjadi salah satu strategi memperkuat ekonomi kreatif berbasis potensi lokal. Di sisi lain, dukungan pengamanan dari aparat kepolisian menjadi faktor penting dalam menciptakan rasa aman bagi masyarakat maupun pelaku usaha yang terlibat.
Hingga berakhirnya rangkaian pembukaan, situasi di kawasan Alun-Alun Giri Krida Bhakti terpantau aman, tertib, dan kondusif. Sinergi antara pemerintah daerah, aparat keamanan, pelaku UMKM, serta masyarakat menjadi fondasi utama terselenggaranya festival yang diharapkan mampu memperkuat posisi Wonogiri sebagai destinasi wisata kuliner sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. (@Yudi S/Koresponden Wonogiri).







