Saturday, October 17, 2026
POJOK MILENIAL
Indonesiabuzz.com
  • Terbaru
  • Terpopuler
  • Topik Pilihan
No Result
View All Result
Indonesiabuzz.com
No Result
View All Result
Home Halo Indonesia Halo Jatim

Rayonisasi dan Minimnya Sosialisasi Dinilai Jadi Akar Polemik SPMB 2026, LSM Walidasa Kritik Analisis Cabdindik Madiun

by Arn
July 3, 2026
Reading Time: 2 mins read
Auto Draft

Ilustrasi

IndonesiaBuzz : Madiun, Jumat 3 Juli 2026 – Polemik Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 di Madiun dinilai tidak cukup dijelaskan hanya dengan alasan daya tampung SMA dan SMK negeri masih mencukupi. 

LSM Walidasa menilai persoalan utama justru terletak pada desain rayonisasi dan lemahnya sosialisasi sistem penerimaan kepada masyarakat, sehingga analisis Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) Jawa Timur Wilayah Madiun dianggap belum menyentuh akar masalah.

Ketua LSM Walidasa, Sutrisno, mengatakan terdapat kekeliruan dalam melihat penyebab munculnya polemik SPMB. Menurutnya, fokus pada kecukupan kuota belum mampu menjawab mengapa banyak calon murid tetap mengalami kesulitan memperoleh sekolah tujuan.

Menurut Sutrisno, persoalan pertama terletak pada kebijakan rayonisasi yang menjadikan satu wilayah kota sebagai satu rayon utuh. Kebijakan tersebut dinilai menyebabkan persebaran pendaftar melalui jalur domisili tidak merata karena mayoritas calon murid memilih sekolah-sekolah yang dianggap favorit.

BeritaTerkait

Wastra Madiun Tampil di APKASI Otonomi Expo 2026, Angkat Identitas Budaya Daerah

Bupati Madiun Hadiri Haul Akbar Hari Jadi Kabupaten ke-458

“Ketika satu kota dianggap satu rayon penuh, calon murid akan cenderung menumpuk di sekolah-sekolah favorit. Akibatnya, distribusi siswa tidak menyebar secara alami ke seluruh SMA,” ujarnya, Jumat (3/7/2026).

Ia menilai kondisi tersebut akan berbeda apabila rayon disusun lebih spesifik berdasarkan kedekatan wilayah dengan sekolah. Dengan demikian, distribusi pendaftar dinilai dapat lebih merata dan kompetisi antarsekolah menjadi lebih seimbang.

Selain persoalan rayonisasi, LSM Walidasa juga menyoroti minimnya sosialisasi teknis pelaksanaan SPMB kepada masyarakat. Menurut Sutrisno, banyak orang tua masih memahami jalur domisili SMA menggunakan pola pikir lama seperti sistem zonasi pada SMP yang mengutamakan faktor jarak tempat tinggal.

Padahal, dalam pelaksanaan SPMB SMA berbasis rayon, mekanisme seleksi tidak hanya mempertimbangkan domisili, tetapi juga kompetisi nilai akhir dan nilai rapor antarpendaftar yang berada dalam rayon yang sama. Perbedaan mekanisme tersebut dinilai belum dipahami secara utuh oleh masyarakat.

“Banyak orang tua mengira sistemnya sama seperti SMP, yakni yang rumahnya paling dekat otomatis paling diutamakan. Pemahaman inilah yang menyebabkan banyak keluarga salah strategi saat mendaftar,” kata Sutrisno.

Menurut LSM Walidasa, kesalahan persepsi tersebut berdampak pada proses pendaftaran karena sebagian calon murid dan orang tua baru memahami mekanisme seleksi setelah tahapan berjalan. Kondisi itu menyebabkan banyak peserta tidak menyiapkan pilihan sekolah alternatif secara matang sejak awal.

Sutrisno menegaskan bahwa evaluasi terhadap desain rayonisasi dan kualitas sosialisasi harus menjadi prioritas sebelum pemerintah menyimpulkan persoalan hanya berkaitan dengan kecukupan kuota. Menurutnya, polemik SPMB tidak semata-mata menyangkut jumlah kursi yang tersedia, tetapi juga menyentuh aspek keadilan akses pendidikan dan keterbukaan informasi bagi masyarakat.

“Kalau akar masalahnya tidak dibenahi, polemik seperti ini akan terus berulang setiap tahun,” tegasnya.

Tags: Berita madiunSPMB Kota MadiunSPMB SMA
Share220SendScan

Trending

Gerindra Ngawi Pasang Target Menang Pilkada 2029, Bidik Kursi Bupati
News

Gerindra Ngawi Pasang Target Menang Pilkada 2029, Bidik Kursi Bupati

8 minutes ago
Subuh Keliling di Madiun, Wakapolres Ajak Warga Jaga Kamtibmas
News

Subuh Keliling di Madiun, Wakapolres Ajak Warga Jaga Kamtibmas

16 minutes ago
Api dari Sisa Bakar Sampah Diduga Hanguskan Rumah Warga Ngawi
News

Api dari Sisa Bakar Sampah Diduga Hanguskan Rumah Warga Ngawi

22 minutes ago
Berawal dari 4 Ekor Sapi, Peternak Bojonegoro Juara II se-Jatim
News

Berawal dari 4 Ekor Sapi, Peternak Bojonegoro Juara II se-Jatim

28 minutes ago
Bunga Eceng Gondok Mekar di Bengawan Solo Ngawi saat Kemarau
News

Bunga Eceng Gondok Mekar di Bengawan Solo Ngawi saat Kemarau

36 minutes ago
Indonesiabuzz.com

TERBARU

Gerindra Ngawi Pasang Target Menang Pilkada 2029, Bidik Kursi Bupati

Gerindra Ngawi Pasang Target Menang Pilkada 2029, Bidik Kursi Bupati

October 17, 2026
Subuh Keliling di Madiun, Wakapolres Ajak Warga Jaga Kamtibmas

Subuh Keliling di Madiun, Wakapolres Ajak Warga Jaga Kamtibmas

October 17, 2026

TERPOPULER

Belum Setahun Menjabat, AKBP Prayoga Angga Dimutasi ke Bareskrim Polri

Debit Waduk Gajah Mungkur Menyusut, Jembatan Sesek Bambu di Wonogiri Pangkas Jarak 20 Kilometer

IBCA MMA Debut di POPDA XV Jatim 2026, Pertandingkan 30 Kelas di Ngawi

Chord Gitar dan Lirik Mangu – Fourtwnty ft Charita Utami

  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Hubungi Kami
  • Sitemap

Copyright © 2022-2023, IndonesiaBuzz.com. All rights reserved.

No Result
View All Result
  • Home
  • Buzz
  • Halo Indonesia
  • News
    • Ekonomi & Bisnis
    • Hukum & Kriminal
    • Politik & Pemerintahan
    • Sosial Kemasyarakatan
  • Tokoh
  • Entertainment
    • Hiburan
    • Selebritis
  • Humaniora
    • Budaya
    • Historia
    • Sastra
    • Inspirasi
  • Lifestyle
    • Fashion
    • Finansial
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Otomotif
    • Relationship
    • Sport
    • Teknologi
    • Wanita
  • Sudut Pandang
    • Celoteh
    • Kata Pakar
    • Opini
  • Travel & Staycation
  • Pojok Milenial
  • Foto

Copyright © 2022-2023, IndonesiaBuzz.com. All rights reserved.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In