IndonesiaBuzz: Ngawi, 31 Mei 2026 – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan atlet-atlet muda Kabupaten Ngawi di kancah olahraga combat sport. Tim Sasana Soerjo Ngawi tampil dominan dengan menyapu bersih enam medali emas pada Kejuaraan Shaduk Jotos yang digelar di GOR Ki Mageti, Kabupaten Magetan, Minggu (31/5/26).
Dalam kejuaraan perdana tersebut, Sasana Soerjo menurunkan enam atlet terbaik yang bertanding pada dua kategori berbeda, yakni boxing dan striking. Empat atlet turun di nomor boxing, sementara dua atlet lainnya berlaga di kategori striking.
Hasilnya, seluruh atlet yang diturunkan berhasil tampil impresif dan mengakhiri pertandingan dengan raihan medali emas. Capaian sempurna tersebut menegaskan perkembangan positif pembinaan atlet combat sport di Kabupaten Ngawi yang dalam beberapa tahun terakhir terus menunjukkan peningkatan prestasi.
Pelatih Sasana Soerjo Ngawi, Didit Koko Nugroho, mengungkapkan rasa syukur atas hasil yang diraih anak didiknya. Menurutnya, keberhasilan tersebut tidak hanya menjadi pencapaian prestasi semata, tetapi juga bagian dari proses pembentukan mental bertanding para atlet muda.
“Untuk Sasana Soerjo, kami menurunkan enam atlet dari kategori boxing dan striking. Alhamdulillah anak-anak bisa bertanding dengan lepas dan seluruhnya berhasil meraih medali emas. Kejuaraan ini juga sangat penting untuk menambah pengalaman dan jam terbang mereka,” ujarnya.
Didit menilai pengalaman bertanding menjadi aspek penting dalam pembinaan atlet usia muda. Selain mengasah kemampuan teknis, kompetisi juga menjadi sarana membangun kepercayaan diri dan kesiapan menghadapi turnamen yang lebih kompetitif pada level yang lebih tinggi.
Keberhasilan tersebut diraih melalui penampilan konsisten para atlet di setiap partai. Pada kategori striking, Fiby dan Miko sukses mempersembahkan dua medali emas bagi kontingen Ngawi. Sementara di kategori boxing, empat atlet lainnya yakni Ade, Adit, Rio, dan Deni berhasil mengunci kemenangan dan melengkapi koleksi enam medali emas Sasana Soerjo.
Di sisi lain, Kejuaraan Shaduk Jotos menjadi momentum awal berkembangnya olahraga combat sport di Kabupaten Magetan. Panitia pelaksana, Kuncoro, menjelaskan bahwa event tersebut sengaja dirancang untuk memberikan ruang kompetisi bagi atlet-atlet baru sekaligus memperkenalkan olahraga combat sport kepada masyarakat yang lebih luas.
“Kejuaraan ini kami selenggarakan untuk menjaring bibit-bibit atlet baru, termasuk mereka yang baru pertama kali merasakan atmosfer pertandingan. Ini masih tahap awal dan menjadi proses pembelajaran bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas penyelenggaraan ke depan,” jelasnya.
Menurut Kuncoro, antusiasme peserta cukup tinggi. Sebanyak 116 atlet dari berbagai daerah ambil bagian dalam kategori umum, ditambah lima partai khusus yang melibatkan kalangan influencer untuk menarik perhatian masyarakat terhadap olahraga combat sport.
“Tujuan utama kami adalah mengenalkan dan mempopulerkan combat sport di Magetan serta membuka ruang pembinaan bagi atlet-atlet potensial yang nantinya bisa berkembang ke level yang lebih tinggi,” tambahnya.
Keberhasilan Sasana Soerjo menyapu bersih seluruh medali emas yang diperebutkan menjadi sinyal positif bagi perkembangan olahraga bela diri dan combat sport di Kabupaten Ngawi. Hasil tersebut juga menunjukkan bahwa pembinaan atlet yang dilakukan secara konsisten mulai menghasilkan prestasi nyata di tingkat regional.
Dengan raihan enam medali emas dari enam atlet yang diturunkan, Sasana Soerjo Ngawi tidak hanya membawa pulang gelar juara, tetapi juga memperkuat reputasi Ngawi sebagai salah satu daerah yang mulai diperhitungkan dalam peta perkembangan olahraga combat sport di Jawa Timur. (Esaputra /Koresponden Ngawi).







