IndonesiaBuzz: Ngawi, 20 Mei 2026 – Turnamen bola voli Dandim Cup 2 Ngawi tidak hanya menjadi ajang persaingan antartim, tetapi juga berubah menjadi pesta olahraga rakyat yang menyedot perhatian masyarakat. Memasuki babak delapan besar, ribuan penonton memadati Lapangan Sumber Ketonggo Park, Kedungputri, Kabupaten Ngawi, Selasa malam (19/5/26), untuk menyaksikan laga yang menghadirkan sejumlah pemain nasional.
Atmosfer turnamen semakin semarak dengan hadirnya nama-nama besar voli Indonesia seperti Rivan Nurmulki, Nizar Julfikar, dan Imam Hidayat. Kehadiran para pemain berlabel tim nasional itu sukses mengangkat gengsi turnamen sekaligus menarik minat pecinta voli dari berbagai daerah.
Antusiasme penonton memuncak saat pertandingan babak delapan besar mempertemukan Banaspati Keniten melawan Icon Sidorejo Kendal. Ribuan warga tampak memadati area sekitar lapangan sejak sore hari demi mendapatkan posisi terbaik menyaksikan pertandingan secara langsung.
Sorotan utama tertuju pada aksi Rivan Nurmulki yang tampil dominan di lapangan. Pemain andalan tim nasional voli Indonesia tersebut menjadi magnet utama turnamen karena banyak penonton ingin melihat langsung performa atlet yang selama ini lebih sering tampil di layar televisi maupun kompetisi profesional nasional.
Panitia pelaksana turnamen, Kapten Arm. Mareh, mengatakan sejak awal penyelenggaraan Dandim Cup 2 telah mendapatkan sambutan positif dari masyarakat. Namun, lonjakan penonton mulai terasa signifikan ketika turnamen memasuki fase gugur.
“Antusias masyarakat luar biasa sejak awal turnamen digelar. Tapi saat masuk babak delapan besar, jumlah penonton meningkat tajam, diperkirakan mencapai sekitar tiga ribu orang. Kehadiran pemain timnas tentu menjadi salah satu faktor tingginya minat masyarakat,” ujarnya.
Kapten Mareh yang juga menjabat sebagai Danramil Paron menjelaskan, turnamen yang digagas Dandim 0805 Ngawi Letkol Arh. Setu Wibowo tidak semata menghadirkan hiburan olahraga, tetapi juga menjadi ruang pembinaan atlet daerah.
Menurutnya, kehadiran pemain nasional di level turnamen lokal dapat memberi motivasi besar bagi atlet-atlet muda di Ngawi untuk berkembang lebih serius dalam dunia voli.
“Turnamen ini menjadi sarana pembinaan sekaligus motivasi untuk atlet-atlet voli di Ngawi. Harapannya mereka semakin semangat berlatih dan bisa berkembang ke level yang lebih tinggi,” katanya.
Bagi masyarakat, Dandim Cup 2 bukan sekadar pertandingan, tetapi juga kesempatan langka menikmati atmosfer kompetisi berkualitas dengan harga terjangkau. Salah seorang penonton, Fajar, warga Kota Ngawi, mengaku puas dapat menyaksikan langsung aksi para pemain nasional.
“Biasanya hanya lihat Rivan di televisi, sekarang bisa nonton langsung. Menurut saya tiket Rp20 ribu murah, karena kita disuguhi pertandingan berkualitas dengan pemain-pemain terbaik,” ujarnya.
Fenomena membludaknya penonton di Dandim Cup 2 menunjukkan bahwa olahraga voli masih memiliki basis penggemar yang kuat di daerah. Turnamen lokal yang dikemas kompetitif dan menghadirkan pemain nasional terbukti mampu menjadi hiburan sekaligus penggerak gairah olahraga masyarakat.
Sebagai puncak kompetisi, partai final Dandim Cup 2 Ngawi dijadwalkan berlangsung pada 22 Mei 2026. Selain menjadi pertarungan gengsi antartim terbaik, turnamen tersebut juga memperebutkan total hadiah sebesar Rp45 juta.
Dengan atmosfer yang terus memanas dan dukungan publik yang tinggi, Dandim Cup 2 Ngawi kini tidak hanya menjadi agenda olahraga daerah, tetapi juga menjelma sebagai panggung hiburan olahraga yang mempertemukan atmosfer kompetitif, pembinaan atlet, dan euforia masyarakat dalam satu arena. (Esaputra /Koresponden Ngawi)







