IndonesiaBuzz: Wonogiri, 21 April 2026 – Pemerintah Kabupaten Wonogiri bersama Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Wonogiri dan Tim Penggerak PKK menggelar Seminar Perempuan bertema “Meneladani RA Kartini: Demokrasi, Kepemimpinan Perempuan, dan Kemajuan Wonogiri” di Pendopo Rumah Dinas Bupati Wonogiri, Selasa (21/4/26).
Kegiatan yang digelar dalam rangka memperingati Hari Kartini ini dibuka langsung oleh Bupati Wonogiri Setyo Sukarno. Seminar menghadirkan narasumber dari kalangan legislatif dan penyelenggara pemilu, yakni anggota DPD RI Casytha Arriwi Kathmandu serta anggota KPU Jawa Tengah Akmaliyah.
Dalam sambutannya, Bupati Wonogiri menegaskan bahwa peran perempuan memiliki posisi strategis dalam mendorong pembangunan daerah yang inklusif dan berkeadilan. Ia mengapresiasi terselenggaranya kegiatan tersebut sebagai upaya meningkatkan kesadaran politik dan kepemimpinan perempuan.
“Peran perempuan sangat penting dalam mewujudkan kemajuan Wonogiri. Mari kita jadikan semangat Kartini sebagai inspirasi untuk terus berkarya dan memimpin,” ujarnya.
Seminar ini membahas berbagai aspek terkait partisipasi perempuan dalam demokrasi, termasuk pentingnya keterlibatan perempuan dalam proses pengambilan keputusan serta penguatan kapasitas kepemimpinan di berbagai sektor.
Selain seminar, kegiatan juga dirangkaikan dengan penandatanganan nota kesepahaman antara KPU Kabupaten Wonogiri dengan Pemerintah Kabupaten Wonogiri, STABN Raden Wijaya, dan STAI Mulia Astuti. Kerja sama tersebut difokuskan pada upaya peningkatan kualitas demokrasi di wilayah Wonogiri melalui pendidikan politik dan partisipasi masyarakat.
Ketua TP PKK Wonogiri, Sri Rahayuningsih Setyo Sukarno, menambahkan bahwa perempuan memiliki peran ganda sebagai agen perubahan sekaligus pendidik pertama dalam keluarga. Menurutnya, nilai-nilai demokrasi dapat ditanamkan sejak dini melalui peran perempuan di lingkungan keluarga.
“Perempuan memiliki peran strategis dalam membangun kesadaran demokrasi sejak dini, dimulai dari lingkungan keluarga,” ungkapnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan semangat perjuangan RA Kartini tidak hanya menjadi simbol peringatan, tetapi juga menjadi landasan dalam memperkuat peran perempuan dalam pembangunan dan kehidupan demokrasi di daerah. (@Yudi S/Koresponden Wonogiri).







