IndonesiaBuzz: Ngawi, 5 April 2026 – Dinamika politik di Kabupaten Ngawi mulai menghangat seiring munculnya proyeksi kontestasi Pemilu 2029. Dewan Pimpinan Pusat Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) secara terbuka memunculkan target ambisius pasca pelaksanaan Musyawarah Cabang (Muscab) DPC PKB Ngawi, Sabtu (4/4/26).
Sebagai partai dengan kekuatan enam kursi di DPRD Ngawi saat ini, PKB menegaskan optimisme untuk meningkatkan perolehan kursi secara signifikan pada Pemilihan Legislatif (Pileg) mendatang. Target yang dipasang tidak main-main, yakni meraih hingga 10 kursi di parlemen daerah.
Pengurus DPP PKB, Rifqy Abdul Malik, menyampaikan bahwa strategi penguatan partai dilakukan melalui kaderisasi yang masif serta perluasan basis dukungan masyarakat. Selain itu, PKB juga mulai menerapkan langkah pencalonan dini guna mempersiapkan figur-figur potensial sejak awal.
“Dengan kaderisasi dan perluasan jangkauan, kami optimistis target 10 kursi pada 2029 bisa tercapai,” ujar Rifqy kepada awak media usai Muscab di Hotel Nafa Ngawi.
Tak hanya fokus pada legislatif, PKB juga mulai memetakan peran strategis dalam kontestasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Ngawi 2029. Dengan target perolehan kursi yang meningkat, PKB membuka peluang untuk menjadi kekuatan penyeimbang sekaligus mitra koalisi utama.
Partai berlambang bola dunia tersebut bahkan menyatakan kesiapan untuk menjadi pendamping kekuatan dominan, dengan harapan dapat mengisi posisi wakil bupati dalam konfigurasi politik mendatang.
“Politik itu dinamis. Kami realistis, tidak harus menjadi pemenang, tetapi cukup menjadi kekuatan kedua yang solid dan strategis, sehingga bisa berperan dalam pemerintahan,” tegasnya.
Saat ini, komposisi kursi DPRD Ngawi masih didominasi oleh PDI Perjuangan dengan 20 kursi. Sementara PKB dan Gerindra masing-masing mengantongi enam kursi, diikuti Golkar lima kursi, PKS tiga kursi, serta Demokrat dan PAN masing-masing dua kursi. Hanura berada di posisi terakhir dengan satu kursi.
Dengan peta politik tersebut, langkah PKB untuk meningkatkan elektabilitas dan memperluas pengaruh dinilai menjadi kunci dalam menentukan posisi tawar partai pada Pemilu dan Pilkada 2029 mendatang. (Esaputra /Koresponden Ngawi)







