IndonesiaBuzz: Lumajang, 4 April 2026 – Gunung Semeru kembali mengalami erupsi pada Sabtu (4/4/2026) pagi sekitar pukul 05.19 WIB. Letusan tersebut menghasilkan kolom abu vulkanik setinggi kurang lebih 1.000 meter di atas puncak atau sekitar 4.676 meter di atas permukaan laut.
Berdasarkan keterangan resmi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang dan bergerak ke arah selatan. Hingga laporan disusun, aktivitas erupsi masih berlangsung.
PVMBG menyatakan, saat ini status Gunung Semeru berada pada Level III atau Siaga. Seiring dengan kondisi tersebut, masyarakat diimbau untuk tidak melakukan aktivitas di sektor tenggara, khususnya sepanjang aliran Besuk Kobokan sejauh 13 kilometer dari puncak sebagai pusat erupsi.
Selain itu, warga juga diminta tidak beraktivitas dalam jarak 500 meter dari tepi sungai di sepanjang aliran Besuk Kobokan, mengingat potensi perluasan awan panas dan aliran lahar yang dapat menjangkau hingga 17 kilometer dari puncak.
Zona bahaya lainnya mencakup radius 5 kilometer dari kawah atau puncak gunung, yang rawan terhadap lontaran material pijar. Masyarakat juga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi awan panas, guguran lava, serta aliran lahar di sejumlah aliran sungai yang berhulu di puncak Semeru, seperti Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat.
PVMBG menegaskan, kepatuhan terhadap rekomendasi ini sangat penting guna meminimalisasi risiko korban jiwa maupun kerugian akibat aktivitas vulkanik yang masih tinggi.
Hingga saat ini, pemantauan aktivitas Gunung Semeru terus dilakukan secara intensif, sementara aparat dan instansi terkait bersiaga untuk mengantisipasi kemungkinan dampak lanjutan dari erupsi tersebut. @yudi







