IndonesiaBuzz: Wonogiri, 16 Mret 2026 – Arus kendaraan di sejumlah ruas jalan di pusat Kabupaten Wonogiri mulai mengalami peningkatan menjelang Hari Raya Idul Fitri 2026. Untuk mengantisipasi potensi kemacetan, Dinas Perhubungan Kabupaten Wonogiri menerapkan rekayasa lalu lintas di beberapa titik strategis sejak Sabtu (14/3/26) malam.
Kepala Dinas Perhubungan Wonogiri Waluyo mengatakan kebijakan tersebut diambil setelah hasil pemantauan menunjukkan adanya peningkatan volume kendaraan dalam beberapa hari terakhir.
“Mulai Sabtu malam kami menerapkan rekayasa lalu lintas karena dari hasil pemantauan arus kendaraan sudah mulai meningkat,” ujar Waluyo kepada wartawan, Senin (16/3/26).
Menurut dia, rekayasa lalu lintas diberlakukan di sejumlah simpang jalan untuk menjaga kelancaran arus kendaraan menjelang puncak arus mudik Lebaran. Kebijakan tersebut juga merupakan hasil koordinasi dengan Polres Wonogiri, khususnya Satlantas Polres Wonogiri.
“Rekayasa ini sudah kami koordinasikan dengan Satlantas Polres Wonogiri supaya pengaturan arus kendaraan bisa berjalan optimal,” katanya.
Sejumlah lokasi yang menjadi fokus rekayasa lalu lintas di antaranya simpang tiga Klampisan atau kawasan Tugu Adipura Wonogiri. Kendaraan dari arah Selogiri maupun Sukoharjo diarahkan tetap lurus melewati Jalan Brigjen Katamso dan tidak diperbolehkan belok kanan menuju Jalan RM Said.
Pengaturan juga diterapkan di simpang empat RSUD Wonogiri. Kendaraan yang melintas di Jalan Jenderal Ahmad Yani diarahkan agar dapat mengalir lebih lancar tanpa terhambat antrean kendaraan dari arah lain.
Selain itu, rekayasa lalu lintas diberlakukan di simpang tiga Kerdukepik. Kendaraan dari arah Selogiri, Sukoharjo maupun RSUD Wonogiri diarahkan untuk belok kiri menuju Jalan Gunung Giri.
Langkah tersebut dilakukan untuk mengurangi kepadatan kendaraan yang masuk ke pusat kota, khususnya menuju kawasan simpang empat Simpang Empat Ponten Wonogiri yang selama ini dikenal sebagai salah satu titik rawan kemacetan.
Di lokasi tersebut, kendaraan yang datang dari arah utara atau Jalan Jenderal Ahmad Yani tidak diperbolehkan melaju lurus dan diarahkan untuk belok kiri menuju kawasan Alun-alun Wonogiri.
Waluyo berharap masyarakat dapat memahami kebijakan rekayasa lalu lintas tersebut serta mematuhi rambu maupun arahan petugas di lapangan demi menjaga kelancaran arus kendaraan menjelang Lebaran.
“Kami harap masyarakat bisa mematuhi pengaturan ini karena tujuannya untuk kelancaran bersama. Yang terpenting tetap mengutamakan keselamatan saat berkendara,” tutupnya. (@Yudi S/Koresponden Wonogiri)







