IndonesiaBuzz: Boyolali, 15 Maret 2026 – Pemerintah Kabupaten Boyolali memberangkatkan ratusan warga dalam program mudik gratis Lebaran 2026. Pelepasan armada dilakukan di depan Gedung Putih Kantor Bupati Boyolali, Jalan Merdeka Barat, Kelurahan Siswodipuran, Kecamatan Boyolali, Minggu (15/3/26) pagi.
Kegiatan bertema “Mudik Gampang Balik Tenang” tersebut dipimpin Bupati Boyolali Agus Irawan dan dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Sekretaris Daerah Kabupaten Boyolali, para kepala organisasi perangkat daerah (OPD), pimpinan BUMD, serta perwakilan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Boyolali.
Dalam program tersebut, Pemerintah Kabupaten Boyolali bersama paguyuban BUMD dan Baznas menyediakan sembilan armada bus yang mengangkut total 484 pemudik menuju kampung halaman untuk merayakan Hari Raya Idul Fitri bersama keluarga.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kapolres Boyolali Indra Maulana Saputra yang memberikan dukungan terhadap pelaksanaan program mudik gratis tersebut.
Bupati Boyolali Agus Irawan dalam sambutannya mengatakan program mudik gratis merupakan bentuk kepedulian pemerintah daerah dalam membantu masyarakat memperoleh akses transportasi yang aman dan terjangkau saat musim mudik Lebaran.
Menurutnya, program ini juga diharapkan dapat membantu mengurangi kepadatan lalu lintas sekaligus menekan potensi kecelakaan selama arus mudik.
Sementara itu, Kapolres Boyolali Indra Maulana Saputra mengimbau para pemudik agar selalu mengutamakan keselamatan selama perjalanan menuju kampung halaman.
Ia menegaskan bahwa jajaran Polres Boyolali akan terus bersinergi dengan instansi terkait untuk menjaga keamanan serta kelancaran arus mudik di wilayah Boyolali.
“Kami berharap para pemudik dapat melakukan perjalanan dengan aman, nyaman, dan selamat sampai tujuan,” ujarnya.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pelepasan secara simbolis armada bus oleh Bupati Boyolali bersama unsur Forkopimda yang menandai dimulainya perjalanan ratusan pemudik menuju kampung halaman. (Bagas Andriana /Koresponden Boyolali)







