IndonesiaBuzz: Ngawi, 9 Maret 2026 – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dicanangkan Presiden RI Prabowo Subianto mulai memberikan dampak ekonomi bagi pelaku usaha peternakan di daerah. Di Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, program tersebut turut mendongkrak pendapatan peternak telur ayam lokal.
Salah satunya dirasakan oleh Muhamad Al Baroq (22), peternak ayam petelur asal Desa Rejomulyo, Kecamatan Karangjati. Pemuda yang juga mantan atlet Wushu tingkat daerah itu kini mampu meraih omzet hingga ratusan juta rupiah setiap bulan dari usaha peternakannya.
Baroq mengelola sekitar 17 ribu ekor ayam petelur di kandangnya. Dari jumlah tersebut, ia mampu memproduksi sekitar satu ton telur setiap hari. Sebagian besar produksi tersebut kini diserap oleh empat dapur penyedia program MBG di wilayah desanya.
“Ini kapasitasnya 17 ribu ekor. Produksi kurang lebih sekitar 850 kilogram per hari. Sekarang kami melayani empat SPPG. Untuk kebutuhan SPPG sekitar 650 kilogram per hari, sisanya didistribusikan ke pasar dan toko-toko sekitar,” ujar Baroq, Senin, (9/3/26).
Telur yang dipasok ke dapur MBG dijual dengan harga sekitar Rp19.000 per kilogram. Dengan volume distribusi yang stabil, Baroq mengaku program tersebut memberikan kepastian pasar bagi hasil ternaknya.
Menurutnya, kehadiran program MBG juga membantu menjaga stabilitas harga telur dan pakan ternak.
“Dengan adanya SPPG ini sangat membantu terutama dari sisi harga telur. Harga pakan juga lebih stabil, jadi program ini sangat menguntungkan bagi peternak,” katanya.
Dari usaha tersebut, Baroq mengungkapkan omzet yang diperoleh setiap bulan telah mencapai ratusan juta rupiah. Nilai tersebut sudah mencakup biaya operasional seperti pakan ternak, gaji karyawan, serta kebutuhan produksi lainnya.
Ia berharap program MBG dapat terus berlanjut karena dinilai tidak hanya berdampak pada peningkatan gizi masyarakat, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi pelaku usaha sektor peternakan di daerah. (Esaputra /Koresponden Ngawi)







