IndonesiaBuzz: Jakarta, 9 Maret 2026 – Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat terus berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia serta Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia untuk memantau perkembangan pencarian tiga Anak Buah Kapal (ABK) warga negara Indonesia yang dilaporkan hilang di kawasan Selat Hormuz.
Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar mengatakan koordinasi lintas kementerian terus dilakukan guna memastikan proses pencarian dan penanganan korban berjalan optimal.
“Deputi Bidang Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat dan Pelindungan Pekerja Migran Kemenko PM terus berkoordinasi dengan Kemenlu dan P2MI untuk memonitor perkembangan,” kata Muhaimin di Jakarta, Senin.
Sebelumnya dilaporkan, tiga dari empat ABK berkewarganegaraan Indonesia hilang setelah kapal tugboat Musaffah 2 yang mereka awak mengalami ledakan dan tenggelam di Selat Hormuz pada Jumat (6/3). Sementara satu WNI lainnya dilaporkan selamat, meski mengalami luka-luka.
Ketiga WNI yang hilang diketahui merupakan kru kapal Musaffah 2 yang berbendera Uni Emirat Arab. Insiden ledakan dan tenggelamnya kapal terjadi di tengah meningkatnya ketegangan kawasan setelah Iran memutuskan menutup Selat Hormuz pasca serangan yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel.
Selat Hormuz sendiri dikenal sebagai salah satu jalur pelayaran paling strategis di dunia, khususnya bagi distribusi energi global. Jalur sempit ini menjadi penghubung utama ekspor minyak dari negara-negara produsen di kawasan Teluk, seperti Arab Saudi, Iran, Irak, dan Uni Emirat Arab menuju Teluk Oman serta Laut Arab.
Dalam beberapa waktu terakhir, wilayah tersebut kembali menjadi salah satu titik paling sensitif di Timur Tengah menyusul meningkatnya ketegangan geopolitik antara Iran dan aliansi Amerika Serikat-Israel. Pemerintah Indonesia menyatakan akan terus memantau situasi serta memastikan perlindungan bagi warga negara Indonesia yang bekerja di sektor pelayaran internasional.







