IndonesiaBuzz: Banjarnegara, 4 Maret 2026 – Jalur transportasi utama yang menghubungkan Kecamatan Batur dan Kecamatan Pejawaran, Kabupaten Banjarnegara, terputus total akibat tanah longsor yang terjadi di kawasan Dusun Kaliireng, Selasa (3/3/26) malam sekitar pukul 21.00 WIB. Peristiwa ini melumpuhkan mobilitas warga di dua wilayah strategis dataran tinggi tersebut.
Longsor dipicu hujan dengan intensitas ekstrem yang mengguyur wilayah Banjarnegara bagian utara sejak petang hingga malam hari. Curah hujan tinggi menyebabkan struktur tanah di tebing sisi jalan Dusun Kaliireng menjadi labil sebelum akhirnya ambrol dan menutup badan jalan.
Material tanah dan bebatuan dalam jumlah besar menimbun ruas jalan utama. Bahkan, sebagian badan jalan dilaporkan amblas ke sisi jurang, sehingga tidak dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat. Kondisi ini membuat akses antar-kecamatan terhenti total.
Warga sekitar sempat diliputi kepanikan setelah mendengar suara gemuruh keras saat longsor terjadi di tengah gelapnya malam. Beruntung, berdasarkan laporan awal petugas di lapangan, tidak ada kendaraan yang melintas saat kejadian sehingga tidak menimbulkan korban jiwa. Meski demikian, kerugian materiil diperkirakan cukup besar mengingat kerusakan infrastruktur yang tergolong masif.
Sejak Rabu pagi, arus lalu lintas dari arah Batur menuju Pejawaran maupun sebaliknya dialihkan melalui jalur alternatif yang lebih jauh dan memerlukan waktu tempuh tambahan. Kondisi tersebut berdampak langsung pada aktivitas ekonomi dan distribusi barang warga setempat.
Tim dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Banjarnegara bersama relawan dan masyarakat telah berada di lokasi untuk melakukan asesmen awal. Petugas memasang garis pengaman guna mencegah warga mendekati titik longsor yang masih berpotensi mengalami pergerakan tanah susulan.
Masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan, terutama mengingat karakteristik medan pegunungan di kawasan Kaliireng yang memiliki tingkat kerawanan tinggi saat puncak musim penghujan. Pemerintah daerah diharapkan segera menerjunkan alat berat untuk mempercepat proses pembersihan material longsor dan perbaikan badan jalan agar konektivitas antarwilayah dapat segera pulih.
Terputusnya jalur ini menjadi pengingat bahwa wilayah dataran tinggi Banjarnegara masih menghadapi ancaman serius bencana hidrometeorologi, terutama di tengah intensitas hujan yang kian ekstrem dalam beberapa tahun terakhir. (Furkhan /Koresponden Banjarnegara)







