IndonesiaBuzz: Boyolali, 22 Februari 2026 – Menjelang arus mudik dan balik Lebaran 2026, Satuan Lalu Lintas Polres Boyolali bergerak cepat memastikan kesiapan jalur transportasi. Melalui patroli Kamseltibcarlantas yang digelar Minggu (22/2/26), petugas menyisir seluruh jalur utama di wilayah hukum setempat guna memetakan potensi kerawanan kecelakaan (blackspot) dan titik kemacetan (troublespot).
Kegiatan dipimpin langsung Kasatlantas AKP Tri Afandi didampingi KBO Satlantas IPTU Budi Purnomo bersama anggota Turjagwali. Patroli menyasar jalur arteri, jalur alternatif, hingga ruas tol strategis yang diproyeksikan menjadi tumpuan mobilitas masyarakat saat periode Lebaran.
Langkah ini merupakan bagian dari persiapan pengamanan terpadu menjelang Operasi Ketupat Candi 2026, operasi kepolisian terpusat yang setiap tahun digelar untuk mengawal kelancaran arus mudik dan balik di wilayah Jawa Tengah.
Hasil survei lapangan menunjukkan secara umum kondisi infrastruktur jalan di Kabupaten Boyolali dalam keadaan baik. Tidak ditemukan kerusakan berat yang berpotensi mengganggu keselamatan pengguna jalan. Adapun kerusakan ringan yang teridentifikasi telah dilakukan penambalan oleh instansi terkait.
Meski demikian, petugas mencatat sejumlah titik yang memerlukan perhatian lanjutan. Pada jalur alternatif Boyolali–Klaten dan Boyolali–Magelang, diperlukan penambahan rambu petunjuk arah, khususnya di pertigaan Perumahan Tupai wilayah Boyolali Kota serta pertigaan Ngrandu, Kecamatan Cepogo. Minimnya rambu dinilai berpotensi membingungkan pemudik, terutama yang berasal dari luar daerah.
Selain itu, jalur baru Ampel-Sruwen juga membutuhkan tambahan penerangan jalan umum guna meningkatkan visibilitas dan keselamatan berkendara pada malam hari.
Pada jalur arteri Solo-Semarang, petugas masih menemukan beberapa lubang jalan. Namun, perbaikan telah dilakukan sehingga risiko kecelakaan dapat diminimalisasi. Sementara di ruas tol Jalur B KM 592.600, direkomendasikan penambahan water barrier, rambu petunjuk, serta traffic cone pada lokasi bukaan median jalan.
Di titik tersebut, pos pengamanan tengah dalam tahap pembangunan. Keberadaan pos ini nantinya diharapkan memperkuat pengawasan dan respons cepat terhadap potensi gangguan lalu lintas.
Adapun jalur JMJ Solo–Yogyakarta KM 0-7 dilaporkan dalam kondisi baik dan siap digunakan masyarakat selama periode mudik.
Kasatlantas menegaskan, patroli Kamseltibcarlantas bukan sekadar kegiatan rutin, melainkan bagian dari strategi preventif untuk menekan angka kecelakaan dan memastikan arus kendaraan tetap lancar. Dengan pemetaan dini terhadap blackspot dan troublespot, langkah antisipatif dapat segera dilakukan sebelum puncak arus mudik.
Secara keseluruhan, Satlantas Polres Boyolali menyatakan kesiapan awal jalur mudik di wilayahnya cukup optimal. Koordinasi lintas instansi akan terus diperkuat agar masyarakat dapat melakukan perjalanan mudik dengan aman, nyaman, dan selamat sampai tujuan. (Bagas Andriana/ Koresponden Boyolali)







