IndonesiaBuzz: Wonogiri, 27 Januari 2026 – Empat Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) pelaksana program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah, menghentikan operasionalnya untuk sementara waktu. Penghentian ini dipicu dua persoalan utama, yakni dugaan keracunan massal yang menimpa ratusan penerima manfaat serta keterlambatan pencairan anggaran bantuan pemerintah.
Koordinator Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) Kabupaten Wonogiri, Pandri Prabowo, mengatakan empat SPPG yang berhenti beroperasi masing masing adalah SPPG Bulusulur dan SPPG Wonoboyo di Kecamatan Wonogiri, SPPG Ngadirojo Kidul di Kecamatan Ngadirojo, serta SPPG Jatisari di Kecamatan Jatisrono.
Menurut Pandri, dua SPPG di Kecamatan Wonogiri terpaksa menghentikan kegiatan karena dana bantuan pemerintah (banper) dari Badan Gizi Nasional (BGN) belum dicairkan. Kondisi tersebut membuat pengelola dapur tidak memiliki dana untuk pengadaan bahan pangan maupun menutup biaya operasional harian.
“Dua SPPG ada kendala pencairan dana banper dari pemerintah,” kata Pandri, Selasa (27/1/26).
Sementara itu, dua SPPG lainnya Ngadirojo Kidul dan Jatisari berhenti beroperasi menyusul dugaan kejadian luar biasa (KLB) keracunan makanan yang dialami ratusan penerima manfaat program MBG. Peristiwa tersebut terjadi pada pekan lalu.
Berdasarkan laporan sementara, jumlah penerima manfaat yang diduga mengalami keracunan mencapai sekitar 380 orang di Kecamatan Jatisrono dan sedikitnya 194 orang di Kecamatan Ngadirojo.
“Kalau yang dua lainnya karena berstatus KLB,” ujar Pandri.
Hingga kini, belum ada kepastian kapan keempat SPPG tersebut akan kembali beroperasi. Pandri menyebut, operasional dapur akan menunggu hasil penanganan kasus keracunan serta kepastian pencairan dana dari pemerintah pusat.
Saat ini, sebanyak 62 SPPG masih beroperasi di Kabupaten Wonogiri. Program Makan Bergizi Gratis telah menjangkau sekitar 172.000 penerima manfaat yang terdiri atas siswa sekolah, anak balita, ibu hamil, dan ibu menyusui.
Adapun kebutuhan total SPPG di Kabupaten Wonogiri diperkirakan mencapai 110 unit. Pemerintah menargetkan seluruh dapur tersebut dapat beroperasi penuh pada tahun ini, seiring dengan masih berlangsungnya pembangunan sejumlah SPPG baru.
Penghentian operasional sejumlah dapur MBG ini menambah catatan tantangan dalam pelaksanaan program prioritas nasional tersebut, khususnya terkait kesiapan anggaran, pengawasan mutu pangan, dan jaminan keamanan konsumsi bagi kelompok rentan.(@Yudi S/Koresponden Wonogiri)







