IndonesiaBuzz: Swiss, 22 Januari 2026 – Kehadiran Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto bersama delegasi Indonesia dalam forum World Economic Forum (WEF) 2026 di Davos, Swiss, dinilai sebagai langkah strategis untuk memperkuat posisi Indonesia di tengah lanskap global yang semakin terfragmentasi dan sarat ketidakpastian geopolitik maupun ekonomi.
Penilaian tersebut disampaikan oleh diaspora dan generasi muda Indonesia yang bermukim di Swiss, yang menyambut langsung kunjungan kerja Presiden Prabowo. Mereka memandang partisipasi Indonesia di WEF sebagai sinyal kuat kembalinya diplomasi ekonomi Indonesia ke panggung global tingkat tinggi setelah lebih dari satu dekade absen.
Alvin Wihono, mahasiswa Magister Material Science and Engineering di ETH Zurich sekaligus Materials Engineer di Hilti Group, menilai Presiden Prabowo memiliki visi jangka panjang yang jelas dalam memposisikan Indonesia di tengah dinamika global.
“Menurut saya, Pak Prabowo adalah sosok yang memiliki mimpi besar dan visi yang berjangka panjang. Saya berharap beliau tetap konsisten dan tegas dalam mewujudkan visi tersebut,” ujar Alvin, Kamis, (22/1/26).
Menurut Alvin, kehadiran Presiden Indonesia di Davos memiliki makna strategis, bukan hanya sebagai ajang diplomasi simbolik, tetapi juga sebagai ruang untuk memperluas narasi pembangunan Indonesia di mata dunia. Ia menekankan bahwa agenda Indonesia ke depan tidak boleh semata bertumpu pada arus modal finansial.
“Indonesia perlu memanfaatkan WEF bukan hanya untuk menarik financial capital, tetapi juga untuk membangun human capital dan mendorong transfer pengetahuan. Itu yang akan menentukan daya saing Indonesia dalam jangka panjang,” katanya.
Antusiasme serupa juga terlihat di kalangan diaspora Indonesia di Basel, Swiss. Tim Media Presiden mengonfirmasi bahwa warga Indonesia di kota tersebut telah menantikan kedatangan Presiden Prabowo sejak lama, bahkan sejak tahun lalu, sebagai simbol keterhubungan langsung antara pemerintah dan warga negara di luar negeri.
Pardy, diaspora Indonesia yang telah menetap selama 31 tahun di Swiss, mengaku terharu dapat menyambut langsung Presiden Prabowo. Ia menyebut pertemuan singkat tersebut sebagai momen bersejarah dan penuh kebanggaan.
“Saya sudah 31 tahun tinggal di Swiss. Bisa bertemu langsung dan menyampaikan ucapan selamat datang kepada Presiden adalah pengalaman yang sangat berharga,” ujar Pardy.
Bagi diaspora dan pemuda Indonesia di Swiss, kehadiran Presiden Prabowo di WEF Davos dipandang sebagai momentum penting untuk memperkuat posisi Indonesia dalam percaturan global, sekaligus membuka ruang dialog yang lebih luas antara pemerintah dan generasi muda Indonesia di luar negeri.
Pandangan serupa disampaikan Aldi, mahasiswa Indonesia di Swiss, yang menilai pendekatan Presiden Prabowo dalam diplomasi dan kebijakan ekonomi bersifat strategis dan terukur.
“Saya melihat beliau sangat strategis dalam mengelola prioritas, membangun hubungan dengan negara mitra, serta merancang kebijakan ekonomi yang berlandaskan visi yang jelas,” ujarnya.
Partisipasi Indonesia dalam WEF Davos 2026, dengan kehadiran langsung Presiden Prabowo, tidak hanya menandai kembalinya Indonesia ke forum elite ekonomi global, tetapi juga mempertegas ambisi Jakarta untuk tampil sebagai aktor penting dalam membentuk agenda ekonomi, pembangunan sumber daya manusia, dan kerja sama internasional di tengah dunia yang terus berubah. @yudi







