IndonesiaBuzz: Jakarta, 9 Januari 2026 – Senyum lebar tak bisa disembunyikan dari wajah para atlet Merah Putih saat melangkah memasuki Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Kamis (8/1/26) siang. Di balik jaket kontingen yang rapi, tersimpan kisah panjang tentang disiplin latihan, tekanan kompetisi, dan perjuangan membawa pulang kehormatan bangsa dari SEA Games ke 33 di Thailand.
Puluhan atlet itu hadir bukan sekadar memenuhi undangan kenegaraan. Mereka datang membawa kabar membanggakan, target perolehan emas terlampaui, dan negara menepati janji memberikan apresiasi tertinggi dalam sejarah keikutsertaan Indonesia di SEA Games.
Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir mengungkapkan, kontingen Indonesia berhasil meraih 91 medali emas, melampaui target awal sebanyak 80 emas. Selain itu, Indonesia juga membukukan 111 medali perak dan 131 medali perunggu, yang mengantarkan Merah Putih menempati peringkat kedua klasemen akhir capaian terbaik sejak 1995 di luar status tuan rumah.
“Alhamdulillah sejak 1995 kita berhasil menempati peringkat dua di Asia Tenggara, dan ini bukan sebagai tuan rumah. Target awal 80 emas, realisasinya 91 emas,” ujar Erick Thohir di Istana Negara.
Capaian tersebut berbanding lurus dengan besaran bonus yang diberikan pemerintah. Untuk pertama kalinya dalam sejarah SEA Games, atlet peraih medali emas sektor perorangan menerima bonus Rp 1 miliar. Nilai ini melonjak dua kali lipat dibandingkan SEA Games sebelumnya yang hanya Rp 500 juta.
“Emas sektor tunggal Rp 1 miliar. Ini yang terbesar sepanjang sejarah. Terima kasih kepada Bapak Presiden,” kata Erick.
Sementara itu, peraih perak sektor perorangan menerima Rp 315 juta dan peraih perunggu Rp 157 juta. Untuk sektor beregu, bonus diberikan sebesar Rp 500 juta per orang bagi peraih emas, Rp 220,5 juta untuk perak, dan Rp 110,25 juta untuk perunggu, dengan skema khusus termasuk bagi pelatih.
Secara total, pemerintah menyalurkan bonus sebesar Rp 465,2 miliar. Seluruh dana ditransfer langsung ke rekening atlet melalui Bank Rakyat Indonesia (BRI).
“Total dana bonus Rp 465,2 miliar, disalurkan melalui Bank BRI,” ujar Erick.
Salah satu atlet yang menerima bonus terbesar adalah atlet triathlon putri Martina Ayu Pratiwi. Dari SEA Games perdananya, Martina mengoleksi tujuh medali, lima emas dan dua perak yang mengantarkannya menerima bonus senilai Rp 3,4 miliar.
Prestasi Martina bahkan mendapat perhatian khusus dari Presiden Prabowo Subianto. Saat penyerahan bonus secara simbolis, Presiden menghitung satu per satu medali yang tergantung di leher Martina, termasuk satu emas perorangan dan empat emas beregu.
“Total dapat tujuh medali, lima emas dan dua perak. Presiden tadi tanya dari cabang apa saja dan menghitung medalinya,” ungkap Martina.
Dalam pidatonya, Presiden Prabowo berpesan agar bonus yang diberikan negara dimanfaatkan untuk hal-hal positif, terutama sebagai tabungan masa depan.
“Saya titip kepada saudara-saudara, saudara masih muda. Jangan dipakai untuk hal yang tidak positif. Tabung untuk masa depanmu, untuk orangtuamu, dan untuk dirimu,” ujar Prabowo.
Presiden menegaskan, bonus tersebut bukan sekadar bentuk pembayaran, melainkan penghargaan atas pengorbanan atlet yang telah mengorbankan waktu, tenaga, dan pikiran demi kehormatan bangsa.
“Ini bukan sekadar upah. Ini dorongan agar menjadi bekal masa depan,” tegasnya.
Selain bonus materi, sejumlah atlet juga menerima penghargaan non finansial. Atlet angkat besi Rizki Juniansyah mendapat Kenaikan Pangkat Luar Biasa (KPLB) dua tingkat dari Letnan Dua menjadi Kapten, menyusul prestasinya memecahkan dua rekor dunia kelas 79 kilogram putra. Rizki mencatat angkatan clean & jerk 205 kilogram dan total angkatan 365 kilogram, melampaui rekor dunia sebelumnya.
Rizki sebelumnya juga meraih emas Olimpiade Paris 2024 dan dua emas Kejuaraan Dunia Angkat Besi IWF 2025 di Norwegia, yang mengantarkannya meraih pangkat Letnan Dua TNI.
Selain Rizki, atlet taekwondo Muhammad Alfi juga menerima KPLB dari Letnan Dua menjadi Letnan Satu. Secara keseluruhan, dari 39 prajurit TNI yang berlaga di SEA Games 2025, 2 personel menerima KPLB, 34 personel mendapat kesempatan mengikuti pendidikan Sekolah Perwira, dan 3 personel mengikuti pendidikan Sekolah Bintara.
“Total prajurit TNI yang ikut SEA Games ada 39 personel. Penghargaan yang diberikan berupa Kenaikan Pangkat Luar Biasa untuk dua orang, pendidikan Sekolah Perwira 34 orang, dan Sekolah Bintara tiga orang,” ujar Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto.
Dengan apresiasi bersejarah ini, pemerintah berharap prestasi atlet Indonesia tidak berhenti di Asia Tenggara, melainkan menjadi pijakan menuju panggung olahraga dunia yang lebih tinggi.(red.)







