IndosesiaBuzz: Karawang, 8 Januari 2026 – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menerima penghargaan dari Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto atas kontribusi nyata dalam mendukung penguatan ketahanan pangan nasional, salah satu agenda prioritas Asta Cita pemerintahan saat ini.
Penganugerahan tanda kehormatan tersebut dilaksanakan dalam momentum Panen Raya Nasional di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, yang dihadiri ribuan petani serta para pemangku kepentingan sektor pertanian dari berbagai daerah di Indonesia.
Penghargaan diberikan berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 1 dan 2/PK Tahun 2026 tentang Penganugerahan Tanda Kehormatan Bintang Jasa dan Satyalancana Wira Karya. Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menegaskan bahwa keberhasilan menuju swasembada pangan merupakan hasil kerja kolektif lintas sektor, melibatkan petani, penyuluh, pemerintah daerah, hingga unsur TNI dan Polri.
Pada kesempatan tersebut, Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Wakapolri) Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, menerima Tanda Kehormatan Bintang Jasa Nararya. Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi negara atas peran strategis Polri dalam menjaga stabilitas keamanan, pengamanan wilayah, serta pendampingan berkelanjutan terhadap program ketahanan pangan nasional.
Selain Wakapolri, Presiden juga menganugerahkan Tanda Kehormatan Satyalancana Wira Karya kepada sejumlah pejabat dan personel Polri yang dinilai konsisten mendukung penguatan ketahanan pangan nasional melalui fungsi pembinaan, pengamanan wilayah, serta pendampingan program di lapangan.
Penerima penghargaan tersebut berasal dari berbagai jenjang kepemimpinan, mulai dari pejabat utama Mabes Polri, para kepala kepolisian daerah, hingga kepala kepolisian resor yang aktif mengawal langsung program ketahanan pangan di wilayah masing-masing.
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko menyampaikan bahwa penghargaan ini bukan sekadar pengakuan, melainkan amanah yang harus dijaga dengan kerja nyata dan konsistensi pengabdian.
“Penghargaan ini dimaknai sebagai amanah bagi Polri untuk terus mengawal ketahanan pangan nasional, khususnya pada komoditas strategis seperti jagung, agar program yang dicanangkan Presiden berjalan berkelanjutan dan manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujar Trunoyudo, Rabu (7/1/26).
Sepanjang tahun 2025, Satuan Tugas Ketahanan Pangan Polri mencatat capaian strategis berupa peningkatan produksi jagung nasional sekitar 9 persen atau setara 1,36 juta ton. Dengan capaian tersebut, total produksi jagung nasional mencapai 16.501.555,66 ton.
Akselerasi produksi tertinggi tercatat pada kuartal IV 2025, seiring optimalisasi lahan seluas 651.196 hektare dengan hasil produksi sekitar 3.479.432 ton. Selain itu, penyerapan jagung oleh Perum Bulog sebesar 101.713 ton atau 63,8 persen dari target dinilai turut berkontribusi dalam menjaga stabilitas harga di tingkat petani sekaligus mencegah spekulasi pasar.
Melalui capaian dan penghargaan ini, Polri menegaskan komitmennya untuk terus hadir secara profesional di tengah masyarakat serta mengawal ketahanan pangan nasional sebagai bagian dari pengabdian kepada bangsa dan negara. (Red – Ho Humas Polri)







