IndonesiaBuzz: Wonogiri, 22 Oktober 2025 – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wonogiri resmi memperpanjang status darurat bencana pascakebakaran hebat yang melanda Pasar Kota Wonogiri awal Oktober lalu. Keputusan ini diambil untuk memastikan seluruh proses penanganan pascabencana, termasuk pembangunan pasar darurat bagi ribuan pedagang terdampak, berjalan lancar dan tepat waktu.
Status darurat yang semula berlaku selama 14 hari dan berakhir pada 20 Oktober 2025, kini diperpanjang 30 hari ke depan. Bupati Wonogiri Setyo Sukarno menegaskan bahwa langkah tersebut memberikan ruang gerak yang lebih fleksibel bagi pemerintah daerah dalam menangani dampak kebakaran, terutama pada tahap pemulihan ekonomi masyarakat.
“Pembangunan pasar darurat bagi ribuan pedagang masih terus berjalan. Kami menargetkan lokasi pasar sementara dapat selesai dan mulai ditempati pedagang pada 7 November 2025,” ujar Bupati Setyo Sukarno, dikutip dari laman resmi Pemkab Wonogiri, Senin (20/10/25).
Menurutnya, perpanjangan status darurat memungkinkan pemerintah mempercepat koordinasi lintas instansi, termasuk dalam mobilisasi sumber daya dan penyediaan fasilitas dasar bagi pedagang yang kehilangan tempat usaha.
Kebakaran besar terjadi pada Senin dini hari (6/10/25) sekitar pukul 03.30 WIB, bermula dari los pedagang lantai II sisi barat. Dalam hitungan menit, api menjalar cepat dan melahap sebagian besar bangunan pasar. Beberapa saksi mata menggambarkan kobaran api “seperti ombak bergulung gulung” yang menelan bangunan utama.
Dugaan awal penyebab kebakaran berasal dari korsleting listrik atau fitting lampu yang meleleh di area tersebut. Sedikitnya 12 unit mobil pemadam kebakaran dari Wonogiri, Sukoharjo, dan daerah sekitar dikerahkan untuk menjinakkan api. Setelah lebih dari tiga jam, kobaran berhasil dipadamkan, namun ratusan kios dan los pedagang ludes terbakar.
Pasca peristiwa, pemerintah langsung bergerak cepat melakukan pembersihan puing, pemeriksaan struktur bangunan, dan sterilisasi area untuk memastikan keamanan lokasi. Tim gabungan dari BPBD Wonogiri, Dinas Perdagangan, Satpol PP, dan relawan bahu membahu menyiapkan lahan pembangunan pasar darurat.
Menurut data resmi Pemkab, terdapat 749 pedagang terdampak dengan estimasi kerugian mencapai Rp815 miliar.
Pemkab Wonogiri telah menetapkan lokasi pasar darurat di area yang tidak jauh dari pasar lama. Pembangunan difokuskan untuk memberikan ruang berjualan sementara bagi para pedagang agar kegiatan ekonomi bisa kembali berputar.
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah turut menyalurkan bantuan senilai Rp1 miliar guna mempercepat pembangunan pasar darurat tersebut.
“Bantuan dari provinsi sudah kami terima. Kami juga terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat agar pembangunan pasar permanen bisa segera direalisasikan,” jelas Bupati Setyo.
Adapun pembangunan kembali Pasar Kota Wonogiri diperkirakan membutuhkan anggaran sebesar Rp60 miliar.
Dengan diperpanjangnya masa darurat, Pemkab Wonogiri menegaskan komitmen untuk tidak hanya memperbaiki infrastruktur, tetapi juga memulihkan ekonomi pedagang dan menata ulang sistem keamanan pasar.
Pemerintah daerah juga tengah mengkaji sejumlah kebijakan pemulihan, termasuk bantuan modal bergulir, subsidi retribusi sementara, serta pendampingan usaha kecil bagi pedagang terdampak.
Langkah cepat dan terukur ini menjadi cerminan dari komitmen Pemkab Wonogiri dalam menjaga ketahanan sosial-ekonomi warganya pasca musibah besar.
“Kami ingin memastikan, tidak hanya pasar yang bangkit kembali, tapi juga kehidupan dan penghidupan para pedagang,” tegas Bupati Setyo Sukarno.
Dengan dukungan dari pemerintah provinsi dan pusat, Wonogiri kini bergerak menuju fase pemulihan penuh menjadikan tragedi kebakaran ini momentum untuk membangun pasar yang lebih tangguh, aman, dan modern bagi masyarakat. (@Yudi S/Koresponden Wonogiri)







