IndonesiaBuzz: Surakarta, 5 September 2025 – Atas titah dari SISKS Pakoe Boewono XIII, Karaton Surakarta Hadiningrat kembali menggelar Hajad Dalem Pareden Garebeg Mulud atau Kirab Gunungan Sekaten, Senin (5/9/25) siang. Tradisi tahunan dalam rangka memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW itu berlangsung meriah dengan kehadiran ribuan warga yang memadati kompleks Karaton hingga Masjid Ageng.
Sebanyak dua pasang gunungan terdiri dari dua gunungan laki-laki dan dua gunungan perempuan dikawal prajurit Karaton, abdi dalem, serta diiringi tabuhan gamelan. Rombongan kirab berangkat dari Plataran Karaton, melewati pintu Kori Kamandungan, dan menuju Masjid Ageng Karaton Surakarta.
Keluar dari pintu Kori Kamandungan, rombongan kirab kemudian terus berjalan menuju Masjid Ageng Karaton Surakarta. Sesampainya di Masjid Ageng, kemudian KPA Dany Nur Adiningrat, Pengageng Sasana Wilapa Keraton Surakarta Hadiningrat memerintahkan kepada Penghulu Tafsir Anom Masjid Ageng Karaton Surakarta KRAT. Muhtarom untuk mulai memimpin doa. Sesampainya di halaman Masjid Ageng, Penghulu Tafsir Anom KRAT Muhtarom memimpin doa yang menandai prosesi puncak. Belum usai doa, masyarakat yang telah menunggu langsung berebut gunungan yang berisi hasil bumi serta olahan makanan tradisional. Dua gunungan lain kemudian diarak kembali ke Kamandungan untuk kembali diperebutkan warga.
Pengageng Parentah Karaton Surakarta, KGPH Adipati Dipokusumo, menjelaskan bahwa gunungan merupakan simbol rasa syukur atas limpahan rezeki dari Tuhan Yang Maha Esa.
“Pareden yang dikirabkan berisi hasil bumi dan olahan makanan karya manusia sebagai wujud syukur kita kepada Tuhan atas segala rahmat-Nya,” ujarnya.
Ia menambahkan, Garebeg Mulud tidak hanya menjadi peringatan kelahiran Nabi Muhammad SAW, tetapi juga bagian dari pelestarian tradisi Karaton Surakarta yang sudah berlangsung turun-temurun.
“Garebeg Mulud Merupakan moment untuk memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW dan juga sebagai bentuk pelestarian tradisi di karaton Surakarta hadiningrat,” pungkasnya.
Acara Garebeg Mulud tahun ini seluruhnya didanai oleh SISKS Pakoe Boewono XIII bersama Permaisuri Dalem GKR Pakoe Boewono. Usai kirab, Permaisuri Dalem bersama GKR Timoer Rumbai, Gray Devi, Gray Ratih, Rayi Dalem dan Wayah Dalem turut membagikan udhik-udhik berupa uang logam dan kertas kepada masyarakat yang menunggu di sekitar Kamandungan.
Tradisi ini selalu menjadi magnet bagi warga Solo dan sekitarnya. Mereka percaya bahwa hasil gunungan yang diperoleh membawa berkah dan keberuntungan bagi keluarga.(Dimas P – Red)







