IndonesiaBuzz: Klaten, 1 September 2025 – Atas titah SISKS Pakoe Boewono XIII, Kraton Surakarta Hadiningrat menggelar prosesi wilujengan badhe besem kekep di Desa Bentangan, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Klaten, Senin (1/9/25) siang. Prosesi adat ini menjadi bagian dari rangkaian tradisi Tahun Dal 1959 dalam acara bethak adang.
Rombongan Kraton Surakarta dipimpin Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Alit, didampingi para sentono dalem dan abdi dalem. Wilujengan ini digelar sebagai bentuk rasa syukur atas kelancaran pembuatan kekeb, salah satu perlengkapan penting dalam upacara adang yang memiliki makna simbolis dalam tradisi Jawa.
Prosesi diawali dengan penyerahan mandat dari utusan dalem Kraton Surakarta untuk memimpin wilujengan, kemudian dilanjutkan dengan doa bersama. Doa yang dipanjatkan bukan hanya sebagai ungkapan syukur atas selesainya pembuatan kekeb, tetapi juga sebagai permohonan keselamatan dan kelancaran menjelang rangkaian acara bethak adang yang akan berlangsung di Pawon Gondorasan pada 7 September 2025.
KGPH Adipati Dipo Kusumo selaku pengageng parentah Kraton Surakarta Hadiningrat menjelaskan, wilujengan badhe besem kekep memiliki nilai spiritual sekaligus kultural yang mendalam bagi masyarakat dan Kraton Surakarta.
“Acara ini merupakan bentuk rasa syukur atas kelancaran dalam pembuatan kekeb untuk upacara bethak adang. Sekaligus, kami memohon agar seluruh rangkaian prosesi yang akan digelar nantinya diberikan kelancaran, keselamatan, dan kemudahan,” ujarnya.
Tradisi wilujengan badhe besem kekep menjadi salah satu wujud pelestarian budaya Jawa yang terus dijaga keberlangsungannya oleh Kraton Surakarta. Dengan prosesi ini, diharapkan generasi muda dapat memahami nilai-nilai luhur di balik setiap ritual adat, sekaligus melestarikan warisan budaya yang diwariskan turun-temurun.(Dimas-Red)







